
Kisah Daniel. Seumur hidup di istana raja-raja asing, sebuah tangan yang menulis pada malam terakhir Babel, dan jendela yang tetap terbuka ke arah Yerusalem.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 45.000
Masuk untuk membuka aksesPada tahun ketiga Yoyakim, Nebukadnezar mengepung Yerusalem dan membawa beberapa pemuda dari keluarga raja ke Babel. Mereka diberi nama baru, diajar bahasa orang Kasdim, dan diberi makanan dari meja raja. Seorang di antara mereka, Daniel, meminta sayur dan air.
Tulisan di Dinding menceritakan ulang Kitab Daniel: penjenang yang diam-diam menukar makanan, kepala pengawal yang diperintahkan membunuh semua orang berilmu, pemain gambus yang melihat tiga orang tetap berdiri di depan patung emas, raja yang makan rumput seperti lembu lalu menengadah ke langit, ibu suri yang mengingat sebuah nama pada malam piala-piala dari Yerusalem dipakai minum, dan raja tua yang tidak bisa tidur di luar gua singa.
Lalu penglihatan-penglihatan: binatang-binatang dari laut, Yang Lanjut Usianya di atas takhta api, raja-raja yang datang dan pergi. Daniel tidak memahami semuanya. Buku ini berakhir dengan firman kepadanya yang sudah sangat tua: pergilah, beristirahatlah.
Bisa dibaca sendiri.
Mulai dari 3 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 45.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Daniel sudah bertekad di dalam hatinya bahwa ia tidak akan menajiskan diri dengan makanan dari meja raja atau dengan anggur yang diminum raja. (Daniel 1:8)
Penjenang itu sudah mengurus orang muda tawanan selama sebelas tahun, dan ia tahu bahwa mereka semua menangis pada malam pertama.
Ada yang menangis keras, dengan muka ditekan ke tikar, seperti anak kecil. Ada yang menangis tanpa bunyi, dan ia baru tahu keesokan paginya dari mata mereka yang bengkak. Ada yang tidak menangis sama sekali pada malam pertama, dan itu yang paling ia khawatirkan, karena mereka biasanya menangis pada malam kesepuluh atau kedua puluh, tiba-tiba, ketika sudah tidak ada yang mengira.
Mereka datang dari mana-mana. Dari kota-kota di sebelah utara yang ditaklukkan raja, dari pesisir, dari pegunungan yang namanya pun ia tidak bisa ucapkan. Selalu orang muda, selalu dari keluarga raja atau bangsawan, karena itu perintah raja: orang muda yang tidak bercela, yang elok rupanya, yang cerdas dan berpengetahuan, yang pantas berdiri di istana. Mereka dibawa ke Babel untuk diajar tulisan dan bahasa orang Kasdim selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka akan menghadap raja, dan yang terbaik di antara mereka akan bekerja di istana sampai mati.
Bagian I: Babel
Sayur dan AirBab 1 · 11 menitGratisBagian II: Raja-Raja
Pohon yang DitebangBab 4 · 13 menitBagian III: Penglihatan
Yang Lanjut UsianyaBab 7 · 12 menitBagian IV: Akhir Zaman
Di Tepi Sungai TigrisBab 10 · 14 menit