
Kisah Tawarikh. Seorang juru tulis yang menulis ulang sejarah umatnya untuk anak-anak yang pulang, dan para penyanyi yang berjalan di depan pasukan.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 45.000
Masuk untuk membuka aksesOrang-orang yang pulang dari Babel menemukan kota yang runtuh, bait yang kecil, dan pertanyaan: siapakah kami sekarang? Seorang juru tulis tua orang Lewi menjawab dengan menulis ulang sejarah mereka dari awal, mulai dengan nama-nama. Adam, Set, Enos.
Ketika Mereka Mulai Bernyanyi menceritakan kisah-kisah yang hanya ada di Kitab Tawarikh. Yabes, yang namanya berbunyi seperti kata sakit, dan doanya. Kenanya yang melatih para penyanyi untuk tabut. Daud tua yang tidak boleh membangun rumah TUHAN tetapi menyiapkan segala-galanya. Hanani di pasungan karena berkata kepada raja bahwa mata TUHAN menjelajah seluruh bumi. Para penyanyi yang berjalan di depan pasukan Yosafat dan mulai bernyanyi sebelum ada kemenangan. Zakharia anak Yoyada di pelataran rumah TUHAN. Uzia dan delapan puluh imam. Pelari-pelari Hizkia yang ditertawakan di utara. Manasye yang merendahkan diri di Babel dan didengar. Nyanyian ratapan untuk Yosia, dan tanah yang beristirahat tujuh puluh tahun.
Dan kalimat terakhir kitab itu terbuka seperti pintu: siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, biarlah ia berangkat pulang.
Bisa dibaca sendiri.
Mulai dari 3 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 45.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Yabes berseru kepada Allah Israel: Berkatilah aku, berkatilah aku sungguh-sungguh. Lebarkanlah batas tanahku, dan biarlah tangan-Mu ada bersama aku. (1 Tawarikh 4:10)
Gulungan-gulungan itu datang kepadanya satu per satu, seperti orang-orang tua yang pulang dari perjalanan jauh dan tidak tahu lagi di mana rumah mereka.
Ada yang dibawa dari Babel di dalam peti kayu aras yang bau minyak, dibungkus kain lenan berlapis-lapis, dan dibuka dengan tangan gemetar oleh seorang imam tua yang menolak menyerahkannya kepada siapa pun sebelum ia sendiri memeriksa setiap simpul. Ada yang datang di dalam bejana tanah liat yang ditemukan seorang petani di bawah reruntuhan dinding di sebelah selatan kota, ketika ia menggali untuk menanam pokok anggur. Ada yang hanya sepotong, ujungnya hitam terbakar, tulisannya pudar di tengah kalimat. Ada yang lengkap dan rapi, salinan dari salinan dari salinan, dengan huruf-huruf yang ditulis tangan yang terlatih. Ada yang ditulis dengan tangan yang tidak terlatih sama sekali, di atas kulit yang kasar, berisi daftar nama-nama saja: anak si anu, anak si anu, anak si anu, sampai kulitnya habis.
Bagian I: Nama-Nama
Adam, Set, EnosBab 1 · 9 menitGratisBagian II: Rumah bagi Nama-Nya
Kepala PenyanyiBab 3 · 14 menitGratisBagian III: Mereka yang Mencari TUHAN
Mata TUHAN MenjelajahBab 5 · 14 menitBagian IV: Kembalilah kepada TUHAN
Dari Bersyeba sampai DanBab 9 · 15 menit