
Seri Dua Belas Nabi, Buku 2. Nabi yang bertanya berapa lama lagi, rumah TUHAN yang lebih kecil daripada yang diingat orang tua, dan kalimat terakhir Perjanjian Lama.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 45.000
Masuk untuk membuka aksesHabakuk bertanya kepada TUHAN berapa lama lagi ia harus berteriak minta tolong, dan jawaban yang ia terima lebih sulit daripada diam. Ia bertanya lagi, lalu naik ke menara jaga dan menunggu. Bertahun-tahun kemudian, seorang pemain kecapi yang kandangnya kosong belajar menyanyikan doa nabi itu: sekalipun pohon ara tidak berbunga, aku akan bersorak di dalam TUHAN.
Sekalipun Pohon Ara Tidak Berbunga menceritakan enam nabi kecil yang terakhir: Nahum dan kabarnya tentang Niniwe, kota yang dulu bertobat karena Yunus; Habakuk yang membantah; Zefanya yang menubuatkan hari TUHAN dan Allah yang bergirang atas umat-Nya dengan sorak-sorai; Hagai dan Zakharia di antara orang-orang yang pulang dari pembuangan dan membangun rumah TUHAN yang lebih kecil; dan Maleakhi, yang berbicara kepada bangsa yang lelah dan mulai bertanya apa gunanya.
Buku ini menutup seri Kisah Perjanjian Lama, dengan janji bahwa hati bapa-bapa akan berbalik kepada anak-anaknya, dan sebuah pintu yang diketuk.
Bisa dibaca sendiri.
Mulai dari 3 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 45.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
TUHAN itu baik, tempat orang mengungsi pada hari kesesakan; Ia mengenal setiap orang yang berlindung kepada-Nya. (Nahum 1:7)
Nahum tumbuh dengan nama Niniwe di dalam mulut setiap orang tua.
Bukan nama yang diucapkan dengan keras. Nama yang diucapkan dengan pelan, pada malam hari, ketika pelita sudah dipadamkan dan anak-anak dikira sudah tidur. Nama yang diucapkan seperti orang menyebut penyakit yang tidak mau ia sebut namanya terang-terangan, karena takut penyakit itu mendengar dan datang. Di Elkosh, kampung kecil tempat Nahum dilahirkan, Niniwe adalah nama untuk segala sesuatu yang datang dari utara dan tidak pernah pergi.
Asyur sudah menguasai dunia sejak sebelum kakeknya lahir. Asyur yang membuang Samaria dan kerajaan utara ke negeri-negeri yang jauh, sehingga sepuluh suku hilang seperti air yang meresap ke dalam pasir. Asyur yang datang ke Yehuda pada zaman Hizkia, merebut kota-kota berkubu satu per satu, dan mengepung Yerusalem sampai TUHAN sendiri yang menghalau mereka pulang. Asyur yang menagih upeti setiap tahun, sampai lumbung-lumbung kosong. Asyur yang, kata orang tua-tua, pernah membawa raja Manasye ke Babel dengan kait, seperti orang menggiring lembu.
Bagian I: Nahum dan Habakuk
Tempat PengungsianBab 1 · 7 menitGratisBagian II: Zefanya
Hari TUHANBab 6 · 13 menitBagian III: Hagai dan Zakharia
Kemuliaan Rumah IniBab 8 · 13 menit