
Seri Dua Belas Nabi, Buku 1. Seorang nabi yang membeli kembali istrinya, seorang peternak dari Tekoa, dan Allah yang berkata: Aku akan seperti embun bagi Israel.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 45.000
Masuk untuk membuka aksesFirman TUHAN yang pertama kepada Hosea bukan tentang raja atau bangsa-bangsa. Firman itu menyuruhnya menikahi Gomer, perempuan yang kelak meninggalkannya. Bertahun-tahun kemudian ia disuruh pergi lagi, mencarinya, dan membelinya kembali dengan lima belas syikal perak.
Seperti Embun menceritakan lima nabi pertama dari dua belas nabi kecil: Hosea yang hidupnya sendiri menjadi nubuat, Yoel di tengah ladang yang habis dimakan belalang, Amos peternak dari Tekoa yang dikirim ke Betel untuk berbicara tentang keadilan, Obaja dengan kabarnya tentang Edom di celah-celah bukit batu, dan Mikha dari Moresyet yang berbicara untuk para petani kecil di dataran rendah.
Di antara nubuat-nubuat yang keras ada janji yang lembut: pemulihan tahun-tahun yang dimakan belalang, seorang pemimpin dari Betlehem Efrata yang terkecil, dan pertanyaan yang dijawab dengan sederhana: berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah.
Bisa dibaca sendiri.
Mulai dari 3 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 45.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Bagaimana mungkin Aku menyerahkan engkau, hai Efraim? Bagaimana mungkin Aku melepaskan engkau, hai Israel? Hati-Ku berbalik di dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit seluruhnya. (Hosea 11:8)
Hosea pertama kali melihatnya di sumur, pada sore hari, ketika ia sendiri sedang menimba air untuk ternak ayahnya.
Ia tidak ingat lagi apa yang membuatnya memandang. Barangkali tawanya. Perempuan-perempuan muda selalu tertawa di sumur, tetapi tawanya lain: lepas dan agak terlalu keras, seperti tawa orang yang tidak peduli siapa yang mendengar. Ia sedang menurunkan buyungnya ke dalam sumur dan berbicara kepada perempuan di sebelahnya, dan kepalanya menoleh, dan rambutnya yang hitam jatuh dari bawah kerudungnya, dan ia tidak membetulkannya.
Bagian I: Hosea
GomerBab 1 · 10 menitGratisBagian II: Yoel
Yang Ditinggalkan Belalang PengeripBab 5 · 15 menitBagian III: Amos
Peternak dari TekoaBab 7 · 13 menitBagian IV: Obaja dan Mikha
Di Celah-Celah Bukit BatuBab 10 · 13 menit