
Seri Kisah Para Rasul, Buku 3. Seorang tahanan dirantai kepada prajurit, di rumah sewaan di Roma, dan kata-kata yang tidak bisa dirantai.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 45.000
Masuk untuk membuka aksesDi Kaisarea seorang nabi mengikat kaki dan tangannya sendiri dengan ikat pinggang Paulus dan berkata: beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat di Yerusalem. Paulus tetap pergi. Sejak hari ia ditangkap di pelataran bait Allah, ia berbicara dari tangga benteng, dari ruang sidang, di depan para gubernur dan seorang raja, dan dari geladak kapal yang hampir tenggelam.
Tanpa Rintangan menceritakan Paulus dari Yerusalem sampai Roma, dari mata orang-orang di sekitarnya. Anak dara Filipus yang melihat Agabus mengikat dirinya. Trofimus, yang kehadirannya dijadikan alasan. Kepala pasukan Lisias. Kemenakan Paulus yang mendengar rencana jahat. Drusila dan Bernike, putri-putri keluarga Herodes. Festus yang tidak tahu harus menulis apa kepada Kaisar. Perwira Yulius dan seorang pelaut tua dalam badai empat belas hari. Seorang perempuan Malta di dekat api. Priskila yang berjalan jauh untuk menyongsong. Prajurit yang dirantai bersama Paulus. Epafroditus dari Filipi. Dan seorang tabib yang menulis kalimat terakhir.
Buku penutup Seri Kisah Para Rasul. Bisa dibaca sendiri.
Mulai dari 3 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 45.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Aku ini rela, bukan hanya untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem karena nama Tuhan Yesus. (Kisah Para Rasul 21:13)
Ayahnya selalu memulai cerita itu dari tali sandal.
“Tali yang kiri putus di jalan dari Samaria,” katanya, “dan aku tidak punya waktu untuk mencari tukang sandal. Jadi aku menyambungnya dengan simpul, begini.” Lalu ia akan mengambil seutas tali, tali apa saja yang ada di dekatnya, tali timba atau tali pengikat karung atau benang tenun ibu tetangga, dan membuat simpul itu di depan mata anak-anaknya, simpul yang kasar dan besar dan tidak indah sama sekali. “Simpul ini bergoyang-goyang setiap kali kakiku menyentuh tanah. Waktu aku berlari di samping kereta itu, aku bisa mendengarnya memukul punggung kakiku. Dan aku berpikir, kalau tali ini putus lagi, aku akan jatuh di depan seorang pejabat ratu orang Etiopia, dan kudanya akan menginjak aku.”
Bagian I: Ke Yerusalem
Ikat Pinggang PaulusBab 1 · 15 menitGratisBagian II: Kuatkanlah Hatimu
Kemenakan PaulusBab 4 · 15 menitBagian III: Badai
Hari Puasa Sudah LewatBab 8 · 15 menit