
Seri Injil, Buku 5. Dari daun palem sampai kubur di sebuah taman: minggu terakhir Yesus di Yerusalem, dilihat dari mata orang-orang di sekitar-Nya.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 45.000
Masuk untuk membuka aksesIa masuk kota dengan menunggang keledai muda, dan orang banyak menghamparkan pakaian mereka di jalan. Lima hari kemudian orang banyak yang lain berteriak supaya Ia disalibkan. Di antara dua teriakan itu ada meja perjamuan, kaki-kaki yang dibasuh, roti yang dipecahkan, doa di taman, sebuah ciuman, api di halaman Imam Besar, dan ayam yang berkokok.
Sudah Selesai menceritakan minggu terakhir Yesus dari mata orang-orang yang ada di sana. Pemilik keledai di Betfage. Seorang imam muda di bait Allah. Janda dengan dua peser. Yudas dan tiga puluh uang perak. Hamba yang membawa kendi dan melihat Gurunya membasuh kaki. Filipus yang berkata: tunjukkanlah Bapa kepada kami. Pemuda yang lari dari Getsemani. Penjaga pintu yang mendengar ayam berkokok. Istri Pilatus dan mimpinya. Simon dari Kirene yang dipaksa memikul salib. Penjahat yang berkata: ingatlah aku. Kepala pasukan yang berdiri di bawah salib. Dan Maria Magdalena, yang memperhatikan di mana Ia dibaringkan.
Penderitaan-Nya diceritakan dengan tenang dan singkat. Wajah Yesus sengaja tidak digambarkan.
Bisa dibaca sendiri.
Mulai dari 3 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 45.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Bergembiralah sungguh-sungguh, hai putri Sion, bersoraklah! Lihatlah, rajamu datang kepadamu; ia lemah lembut dan menunggang seekor keledai, seekor keledai muda. (Zakharia 9:9)
Keledai muda itu lahir pada malam yang dingin menjelang musim hujan berakhir, dan laki-laki itu yang menariknya keluar.
Induknya sudah tua, dan malam itu ia berbaring terlalu lama di atas jerami di sudut kandang dengan napas yang terlalu berat. Istrinya memegang pelita. Ia sendiri berlutut dengan lengan baju tergulung sampai ke bahu, dan ketika kaki-kaki kecil itu akhirnya muncul, ia menarik pelan-pelan, mengikuti napas induknya, sampai tubuh yang basah dan licin itu meluncur ke atas jerami. Anak keledai itu tidak bergerak. Laki-laki itu menggosok dadanya dengan segenggam jerami kering, keras, lalu lebih keras lagi, dan berbisik kepadanya seperti orang berbisik kepada anak kecil yang tidak mau bangun.
Bagian I: Raja yang Datang
Tuhan MemerlukannyaBab 1 · 15 menitGratisBagian II: Sampai kepada Kesudahannya
Membasuh KakiBab 5 · 15 menitBagian III: Seperti Domba yang Kelu
Ayam BerkokokBab 8 · 13 menit