
Seri Surat-Surat, Buku 3. Seorang murid yang muda dan pemalu, seorang rasul yang tua di penjara yang dingin, dan surat terakhir: datanglah sebelum musim dingin.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 45.000
Masuk untuk membuka aksesTimotius masih muda ketika Paulus meninggalkannya di Efesus untuk menghadapi orang-orang yang lebih tua, lebih pandai berbicara, dan lebih yakin. Ia pemalu, perutnya sering sakit, dan ia ingat setiap kata neneknya. Surat-surat datang dari Paulus: jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda.
Lalu Paulus ditangkap lagi. Kali ini bukan rumah sewaan, tetapi penjara yang dingin. Satu per satu orang pergi. Hanya tabib yang tinggal. Dan dari penjara itu datang surat terakhir: aku telah bertanding dalam pertandingan yang baik; bawalah jubah yang kutinggalkan di Troas; berusahalah datang sebelum musim dingin.
Pertandingan yang Baik menceritakan surat-surat terakhir Paulus dari mata Timotius, seorang janda di Efesus, Titus di Kreta, Apolos, Karpus di Troas, Onesiforus, Demas, penjaga penjara, tabib, Markus, dan istri Karpus. Buku ketiga Seri Surat-Surat. Bisa dibaca sendiri.
Mulai dari 3 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 45.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Jangan biarkan siapa pun memandang rendah engkau karena engkau masih muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu dan tingkah lakumu, dalam kasihmu, kesetiaanmu, dan kesucianmu. (1 Timotius 4:12)
Yang paling diingat Timotius dari hari itu adalah bunyi yang tidak ada.
Dua tahun lamanya, di rumah sewaan di Roma, rantai itu berbunyi setiap kali Paulus bergerak. Kalau ia bangkit dari bangkunya, kalau ia mengulurkan tangan untuk mengambil pena buluh, kalau ia berbalik dalam tidurnya di atas tikar, rantai itu bergeser di lantai atau di kayu meja, dan prajurit yang berjaga ikut bergeser bersamanya. Timotius sudah begitu terbiasa dengan bunyi itu sehingga ia tidak mendengarnya lagi, seperti orang yang tinggal di dekat sungai tidak mendengar air.
Bagian I: Efesus
Tinggallah di EfesusBab 1 · 14 menitGratisBagian II: Nikopolis dan Troas
Musim Dingin di NikopolisBab 5 · 13 menitBagian III: Hanya Tabib yang Tinggal
DemasBab 8 · 13 menit