
Seri Kisah Para Rasul, Buku 2. Sebuah mimpi di Troas, sebuah kapal ke Makedonia, dan rumah-rumah yang membuka pintunya bagi orang asing.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 45.000
Masuk untuk membuka aksesDi Antiokhia, sementara mereka beribadah dan berpuasa, Roh Kudus berkata: khususkanlah Barnabas dan Saulus. Dari situ mereka berlayar ke Siprus, berjalan kaki ke pegunungan Galatia, dan pada suatu malam di Troas Paulus bermimpi melihat seorang Makedonia yang berseru: menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami.
Menyeberanglah ke Mari menceritakan perjalanan-perjalanan Paulus dari mata orang-orang yang bertemu dengannya. Yohanes Markus yang pulang di tengah jalan. Timotius yang melihat Paulus dilempari batu di Listra. Silas di pertemuan Yerusalem. Lidia, penjual kain ungu di tepi sungai. Kepala penjara yang bertanya pada tengah malam. Damaris di depan mezbah kepada Allah yang tidak dikenal. Priskila, tukang kemah di Korintus. Seorang ahli sihir yang membakar kitab-kitabnya. Demetrius, tukang perak yang berteriak untuk dewinya. Eutikhus yang jatuh dari jendela. Dan para penatua yang menangis di pantai Miletus.
Buku kedua Seri Kisah Para Rasul. Bisa dibaca sendiri.
Mulai dari 3 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 45.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Pisahkanlah bagi-Ku Barnabas dan Saulus, untuk tugas yang kepadanya mereka telah Kupanggil. (Kisah Para Rasul 13:2)
Di Antiokhia tidak ada orang yang mengenal ketukannya.
Markus memikirkan itu pada malam-malam pertama, berbaring di atas tikar di rumah tempat ia dan Barnabas menumpang, mendengarkan kota yang tidak mau tidur. Di Yerusalem, kalau ia pulang larut dan mengetuk pintu gerbang rumah ibunya, Rode sudah tahu siapa yang datang sebelum ia selesai mengetuk, dan dari balik papan yang menghitam itu terdengar suaranya, “Tuan muda pulang terlambat lagi,” dengan nada yang pura-pura galak. Di sini pintu-pintu dibuka oleh hamba-hamba yang bertanya siapa namanya, dua kali, dan tetap salah mengucapkannya.
Bagian I: Diutus dari Antiokhia
Khususkanlah MerekaBab 1 · 14 menitGratisBagian II: Menyeberanglah ke Mari
Orang Makedonia dalam MimpiBab 5 · 15 menitBagian III: Allah yang Tidak Dikenal
Rumah YasonBab 8 · 15 menit