
Kisah Ester. Sebuah undi yang menentukan hari pemusnahan, seorang perempuan yang masuk tanpa dipanggil, dan satu malam ketika raja tidak bisa tidur.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 39.000
Masuk untuk membuka aksesDi benteng Susan, Ratu Wasti menolak datang ketika dipanggil raja, dan sebuah titah yang tidak dapat dicabut dikirim ke seratus dua puluh tujuh daerah. Seorang gadis yatim dari bangsa buangan dibawa ke istana dan dijadikan ratu. Atas nasihat saudara sepupunya, ia menyembunyikan asal usulnya. Lalu seorang pejabat tinggi membuang undi untuk menentukan hari ketika seluruh bangsa itu akan dibinasakan.
Malam Raja Tidak Bisa Tidur menceritakan ulang Kitab Ester dari mata orang-orang istana: sida-sida yang membawa perintah kepada Wasti, penjaga para perempuan, juru tulis yang menyalin titah dalam banyak bahasa, pembawa pesan di antara ratu dan Mordekhai, istri Haman yang mendengar bunyi tukang kayu di halaman, dan pelayan yang membacakan kitab sejarah pada malam raja tidak bisa tidur.
Seperti kitabnya, cerita ini tidak sekali pun menyebut nama Allah. Yang ada hanyalah puasa, kain kabung, seorang perempuan yang berkata kalau aku harus binasa, biarlah aku binasa, dan serangkaian kebetulan yang tidak dijelaskan siapa pun.
Bisa dibaca sendiri.
Mulai dari 3 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 39.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Ketika ayah dan ibu gadis itu meninggal, Mordekhai mengambilnya dan membesarkannya sebagai anaknya sendiri. (Ester 2:7)
Pada hari keseratus delapan puluh, Harbona sudah berhenti menghitung piala.
Pada bulan-bulan pertama ia masih menghitungnya. Ia sida-sida raja, salah seorang dari tujuh yang melayani langsung di hadapan Ahasyweros, dan menghitung adalah bagian dari pekerjaannya: berapa piala emas yang dikeluarkan dari perbendaharaan pada pagi hari, berapa yang kembali pada malam hari, berapa yang penyok karena dijatuhkan oleh tamu yang mabuk, berapa yang hilang dan harus dicari di bawah balai-balai atau di dalam lipatan jubah seorang pembesar dari daerah yang jauh. Piala-piala itu tidak ada yang sama. Itu kehendak raja. Setiap tamu minum dari piala yang bentuknya lain dari piala tamu di sebelahnya, supaya setiap orang tahu bahwa perbendaharaan raja tidak mengenal ulangan.
Bagian I: Istana
WastiBab 1 · 10 menitGratisBagian II: Undi
PurBab 4 · 14 menitBagian III: Malam
Malam Raja Tidak Bisa TidurBab 8 · 15 menitBagian IV: Bulan Adar
Surat yang KeduaBab 10 · 15 menit