
Seri Raja-Raja, Buku 3. Jubah yang jatuh, minyak seorang janda, dan mata yang dibuka di Dotan.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 45.000
Masuk untuk membuka aksesDi seberang Yordan, Elia diangkat dalam angin badai, dan yang tertinggal hanya seorang petani dari Abel-Mehola dengan jubah yang terlalu besar baginya. Ia memukul air dengan jubah itu dan bertanya: di manakah TUHAN, Allah Elia?
Lebih Banyak yang Bersama Kita menceritakan ulang 2 Raja-Raja 1 sampai 13: kepala pasukan lima puluh yang berlutut di depan Elia, minyak yang terus mengalir di rumah seorang janda, perempuan Sunem yang berkata baik ketika anaknya terbaring mati, gadis kecil Israel di rumah panglima Aram, empat orang kusta di perkemahan yang kosong, dan seorang bujang di Dotan yang matanya dibuka sehingga ia melihat gunung penuh kuda dan kereta berapi.
Tetapi Elisa juga menangis di depan Hazael, karena tahu apa yang akan dilakukan orang itu. Dan pada akhirnya, ketika ia terbaring sakit, seorang raja muda menangis di atasnya dengan kata-kata yang dulu ia ucapkan sendiri di tepi Yordan.
Buku ketiga Seri Raja-Raja. Bisa dibaca sendiri.
Mulai dari 3 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 45.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Ketika mereka sudah menyeberang, Elia bertanya apa yang dapat ia lakukan bagi Elisa sebelum ia diambil. Elisa menjawab: biarlah dua bagian dari rohmu turun kepadaku. (2 Raja-Raja 2:9)
Itu kebiasaan lama, dari tahun-tahun pertama ia diangkat menjadi kepala pasukan lima puluh di Samaria. Kepala-kepala yang lain cukup menghitung kepala ketika barisan dikumpulkan, dan memanggil orang dengan “hai kau” atau dengan nama kampungnya. Ia tidak bisa begitu. Ia harus tahu bahwa yang berdiri di ujung kiri barisan itu orang Dotan yang istrinya baru melahirkan, dan bahwa yang di belakangnya anak tukang periuk dari Tirza yang selalu lapar, dan bahwa yang paling tua di antara mereka sudah berperang di Ramot-Gilead bersama raja Ahab dan pulang tanpa dua jari di tangan kirinya. Ia tidak tahu mengapa ia perlu tahu semua itu. Ia hanya tahu bahwa ia tidak bisa memimpin orang yang tidak ia kenal namanya.
Bagian I: Jubah
Kepala Pasukan yang KetigaBab 1 · 9 menitGratisBagian II: Buli-Buli Minyak
Parit-Parit di LembahBab 4 · 12 menitBagian III: Mata yang Dibuka
Lebih Banyak yang Bersama KitaBab 10 · 14 menit