
Seri Raja-Raja, Buku 4. Kerajaan yang runtuh, sebuah kitab yang ditemukan kembali, dan roti di meja raja Babel.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 45.000
Masuk untuk membuka aksesSamaria jatuh lebih dulu. Lalu Yehuda bertahan: Hizkia membentangkan surat ancaman raja Asyur di hadapan TUHAN, dan tentara besar itu pulang. Tetapi sesudah Hizkia datang Manasye, yang memerintah lima puluh lima tahun dan memenuhi Yerusalem dengan darah orang tidak bersalah.
Kitab yang Ditemukan menceritakan ulang 2 Raja-Raja 14 sampai 25: seorang pengawal yang tidak bisa membuat rajanya mendengar, ular tembaga Musa yang dihancurkan, seorang laki-laki di atas tembok Yerusalem yang tidak boleh menjawab, kue ara di atas barah raja, dan seorang juru tulis yang membaca kitab Taurat yang ditemukan ketika rumah TUHAN diperbaiki, lalu melihat raja mengoyakkan pakaiannya.
Yerusalem akhirnya dibakar dan tiang-tiang tembaga di depan bait dipecahkan. Tetapi kitab itu tidak berakhir di sana. Di Babel, seorang raja yang dibuang dikeluarkan dari penjara dan makan di meja raja seumur hidupnya.
Buku keempat dan terakhir Seri Raja-Raja. Bisa dibaca sendiri.
Mulai dari 3 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 45.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
TUHAN sudah memperingatkan Israel dan Yehuda dengan perantaraan semua nabi dan pelihat: berbaliklah dari jalan-jalanmu yang jahat. (2 Raja-Raja 17:13)
Pengawal itu sudah berdiri di belakang Amazia sejak raja itu masih memakai mahkota yang terlalu longgar di kepalanya.
Waktu itu Amazia berumur dua puluh lima tahun, dan ayahnya, Yoas, baru saja dibunuh oleh dua orang pegawainya sendiri di rumah di Milo. Pengawal itu masih muda juga. Ia dipilih karena tubuhnya tinggi dan karena ia tidak banyak bicara, dan pada hari penobatan ia ditempatkan di belakang kiri raja, satu langkah ke samping, supaya tangan kanannya bebas mencapai pedang. Di situlah ia berdiri selama bertahun-tahun sesudahnya. Ia mengenal punggung Amazia lebih baik daripada ia mengenal wajah istrinya sendiri.
Bagian I: Utara
Duri dan ArasBab 1 · 8 menitGratisBagian II: Hizkia
Ular TembagaBab 5 · 13 menitBagian III: Yosia
Lima Puluh Lima TahunBab 9 · 14 menit