
Kisah Yesaya. Bara di bibir seorang anak muda, tugas berbicara kepada telinga yang tidak mendengar, dan tunas dari tunggul yang ditebang.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 45.000
Masuk untuk membuka aksesPada tahun matinya raja Uzia, seorang laki-laki muda di pelataran rumah TUHAN melihat takhta yang tinggi, dan ujung jubah memenuhi seluruh bait. Sebuah bara disentuhkan ke bibirnya. Lalu suara bertanya: siapakah yang akan Kuutus? Ia menjawab: inilah aku, utuslah aku. Tugas yang ia terima adalah berbicara kepada bangsa yang tidak akan mendengar, sampai kota-kota menjadi lengang. Yang tersisa hanya tunggul, dan tunggul itu benih yang kudus.
Inilah Aku, Utuslah Aku menceritakan hidup Yesaya melalui empat raja: seorang penggarap kebun anggur yang mendengar nyanyian tentang buah yang asam, anak nabi yang dibawa ke ujung saluran kolam atas, istri yang harus menamai bayinya dengan nama yang panjang, murid yang menyalin nubuat ke dalam gulungan, kepala istana yang berdiri di depan juru minuman agung raja Asyur, raja yang menangis menghadap dinding, dan utusan dari Babel yang menghitung isi perbendaharaan.
Lalu suara nabi itu berubah: hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku. Seorang hamba yang dihina dan tidak dipandang. Nama Koresh, dibaca di Babel bertahun-tahun kemudian. Dan janji tentang langit yang baru dan bumi yang baru.
Bisa dibaca sendiri.
Mulai dari 3 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 45.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Lalu terdengar olehku suara Tuhan bertanya: Siapa yang akan Kuutus, siapa yang mau pergi bagi Kami? Dan aku menjawab: Inilah aku, utuslah aku. (Yesaya 6:8)
Raja Uzia mati sendirian, di rumah yang terpisah, seperti yang sudah ia jalani bertahun-tahun.
Yesaya anak Amos masih muda ketika mendengar kabar itu, tetapi ia sudah cukup tua untuk mengingat raja itu sebelum penyakitnya. Semua orang di Yerusalem mengingatnya. Uzia yang memerintah lima puluh dua tahun lamanya, lebih lama daripada umur kebanyakan orang yang sekarang berjalan di jalan-jalan kota. Uzia yang membangun menara-menara di Yerusalem, di Pintu Gerbang Penjuru dan di Pintu Gerbang Lembah. Uzia yang menggali sumur-sumur di padang gurun dan mempunyai banyak ternak, yang mencintai tanah, yang mempunyai peladang dan tukang kebun anggur di gunung-gunung. Uzia yang namanya terdengar sampai ke perbatasan Mesir.
Bagian I: Bara di Bibir
Tahun Matinya Raja UziaBab 1 · 10 menitGratisBagian II: Tunas dan Beban
Tunas dari TunggulBab 5 · 13 menitBagian III: Hizkia
Kepada Siapakah Engkau PercayaBab 8 · 15 menit