
Seri Injil, Buku 6. Kubur yang kosong, sebuah nama yang dipanggil di taman, dan roti yang dipecahkan di Emaus: kebangkitan Yesus sampai Pentakosta.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 45.000
Masuk untuk membuka aksesPagi-pagi benar, pada hari pertama minggu itu, beberapa perempuan berjalan ke kubur membawa rempah-rempah dan satu pertanyaan: siapa yang akan menggulingkan batu itu? Batu itu sudah terguling. Dan seseorang berkata kepada mereka: Ia tidak ada di sini.
Ia Tidak Ada di Sini menceritakan kebangkitan Yesus dari mata orang-orang yang bertemu dengan-Nya. Salome yang lari dari kubur karena takut. Seorang penjaga yang dibayar untuk berbohong. Maria Magdalena yang mendengar namanya dipanggil. Kleopas di jalan ke Emaus. Tomas yang berkata: ya Tuhanku dan Allahku. Petrus di depan api arang, ditanya tiga kali. Yakobus, saudara-Nya yang lama tidak percaya. Marta yang melihat Ia terangkat dekat Betania. Dan seorang peziarah dari negeri jauh yang, pada hari Pentakosta, mendengar kabar itu dalam bahasa ibunya sendiri.
Ia dikenali bukan lewat rupa-Nya, tetapi lewat suara, roti, dan jala yang penuh. Wajah Yesus sengaja tidak digambarkan.
Buku penutup Seri Injil. Bisa dibaca sendiri.
Mulai dari 3 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 45.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Tangis boleh menginap sepanjang malam, tetapi menjelang pagi terdengar sorak-sorai. (Mazmur 30:6)
Salome terbangun karena bau mur, dan untuk sesaat ia tidak tahu di mana ia berada.
Di rumahnya di tepi danau, pagi selalu berbau air dan ikan dan asap kayu basah dari tungku tetangga. Bau yang ini lain. Pahit dan berat dan manis sekaligus, bau yang menempel di langit-langit mulut dan tidak mau pergi. Ia membuka mata dan melihat langit-langit yang rendah, balok-balok yang hitam oleh asap pelita bertahun-tahun, dan ia ingat. Yerusalem. Rumah sempit di kota bawah milik saudara jauh seseorang. Hari raya yang sudah lewat. Dan bau itu: rempah-rempah yang mereka beli semalam dengan uang terakhir mereka, sesudah bintang-bintang pertama muncul dan Sabat selesai.
Bagian I: Pagi-Pagi Benar
Siapa yang Akan Menggulingkan Batu Itu?Bab 1 · 15 menitGratisBagian II: Hati yang Berkobar
Tinggallah Bersama KamiBab 5 · 15 menitBagian III: Di Tepi Danau
Seratus Lima Puluh TigaBab 8 · 15 menit