
Kisah Perjanjian Lama
oleh Dalo
Penyunting: Tim Motivasi Kasih
🎧 Ada versi audio · tekan 🎧 di halaman baca
Kisah Yunus. Nabi yang lari ke arah berlawanan, kota musuh yang bertobat, dan pertanyaan Allah yang tidak pernah dijawab.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 39.000
Masuk untuk membuka aksesFirman datang kepada Yunus anak Amitai: pergilah ke Niniwe, kota besar musuh bangsanya, dan berserulah terhadapnya. Yunus turun ke pelabuhan Yafo dan membeli tiket ke Tarsis, ke ujung barat dunia, jauh dari hadapan TUHAN.
Empat Puluh Hari Lagi menceritakan ulang Kitab Yunus: nakhoda yang menemukan penumpangnya tidur di tengah badai, doa dari dalam gelap perut ikan, seorang penjual roti di pasar Niniwe yang mendengar satu kalimat dari mulut orang asing, raja yang turun dari takhtanya dan duduk di abu, seorang ibu yang menghitung hari dengan simpul tali, dan seorang peladang yang melihat pohon jarak tumbuh dalam semalam di samping pondok orang asing itu.
Niniwe bertobat, dan Allah menyesal. Yunus marah, bukan karena ia salah mengenal Allah, tetapi karena ia mengenal-Nya dengan tepat. Kitab ini berakhir dengan sebuah pertanyaan, dan Yunus tidak menjawab.
Bisa dibaca sendiri, dalam satu kali duduk.
Mulai dari 3 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 39.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Yunus memang bangkit, tetapi untuk lari ke Tarsis, menjauh dari hadapan TUHAN. (Yunus 1:3)
Firman itu datang pada pagi hari, ketika Yunus sedang menyiram pohon-pohon ara di belakang rumahnya di Gat-Hefer.
Ia tidak menjatuhkan kendinya. Ia sudah terlalu tua untuk menjatuhkan kendi, dan firman TUHAN sudah pernah datang kepadanya sebelumnya. Ia hanya berhenti menuang. Air terakhir menetes dari mulut kendi ke tanah yang kering di kaki pohon, setetes, lalu setetes lagi, lalu berhenti, dan tanah itu menelannya seperti tidak pernah ada.
Bangunlah. Pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu. Berserulah terhadap dia, sebab kejahatannya sudah naik sampai ke hadapan-Ku.
Yunus berdiri di antara pohon-pohon ara dengan kendi kosong di tangan, dan matahari pagi menyentuh tengkuknya, dan untuk waktu yang lama ia tidak bergerak.
Bagian I: Ke Tarsis
Ke Arah BaratBab 1 · 10 menitGratisBagian II: Dari Dalam Perut Ikan
Tiga Hari Tiga MalamBab 3 · 12 menitGratisBagian III: Niniwe
Sehari PerjalananBab 4 · 13 menitBagian IV: Pohon Jarak
Bukankah Telah KukatakanBab 7 · 13 menit