
Seri Musa, Buku 3. Dari air yang pahit sampai kemuliaan yang memenuhi Kemah.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 45.000
Masuk untuk membuka aksesBuku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Tiga hari sesudah bernyanyi di tepi laut, bangsa yang baru dibebaskan sudah bersungut-sungut karena air yang pahit. Empat puluh hari sesudah gunung berasap dan sepuluh firman diucapkan, mereka menari di depan anak lembu emas, dan Harun sendiri yang membuatnya.
Di Kaki Gunung menceritakan ulang Keluaran 15 sampai 40: manna di pagi hari, air dari batu, tangan Musa yang ditopang di atas bukit, Yitro yang datang membawa Zipora pulang, Sinai yang gemetar, darah perjanjian, loh batu yang dipecahkan, dan doa Musa yang paling berani: hapuskanlah namaku dari kitab-Mu.
Lalu Musa berdiri di celah gunung batu, dan TUHAN lewat sambil menyerukan nama-Nya: penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih setia. Dan Allah yang bisa saja meninggalkan bangsa yang tegar tengkuk itu justru memilih tinggal di tengah-tengah mereka, dalam sebuah kemah.
Buku ketiga Seri Musa. Bisa dibaca sendiri.
Mulai dari 3 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 45.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Akulah TUHAN yang menyembuhkan engkau. (Keluaran 15:26)
Rebana itu masih di tangan Miryam ketika air mulai habis.
Ia tidak menyadarinya pada hari pertama. Hari pertama masih penuh dengan laut. Orang-orang berjalan ke selatan dengan kepala yang masih berdengung oleh nyanyian, oleh bunyi kaki ratusan ribu orang di atas pasir yang kering, oleh gambar yang belum mau pergi dari mata siapa pun: air yang berdiri seperti dinding, lalu runtuh. Anak-anak berlari di sepanjang barisan dan menceritakannya kepada satu sama lain, berulang-ulang, seolah-olah yang lain tidak ada di sana. Perempuan-perempuan masih menyenandungkan baris-baris lagu itu sambil berjalan. Kuda dan penunggangnya. Kuda dan penunggangnya.
Bagian I: Padang
Air yang PahitBab 1 · 8 menitGratisBagian II: Gunung
Tiga HariBab 6 · 15 menitBagian III: Lembu
Menurut Contoh yang DiperlihatkanBab 9 · 13 menit