
Seri Hakim-Hakim, Buku 1. Angkatan yang lupa, dan orang-orang kecil yang dipakai Allah untuk menyelamatkannya.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 45.000
Masuk untuk membuka aksesSesudah Yosua dan angkatannya mati, bangkitlah angkatan lain yang tidak mengenal TUHAN. Batu-batu di Gilgal masih berdiri, tetapi tidak ada lagi anak yang bertanya. Bangsa itu lupa, ditindas, berseru, diselamatkan, lalu lupa lagi.
Bulu Domba yang Basah menceritakan ulang Hakim-Hakim 1 sampai 8: Ehud yang kidal di istana raja Moab, Debora di bawah pohon kurmanya, Barak yang tidak mau berangkat tanpa dia, Yael di pintu kemahnya, dan Gideon yang mengirik gandum dengan sembunyi-sembunyi ketika seorang utusan TUHAN menyapanya: hai pahlawan yang gagah berani.
Gideon meminta tanda dua kali dengan segumpal bulu domba, dan dua kali dijawab. Lalu tentaranya dikurangi dari tiga puluh dua ribu menjadi tiga ratus, supaya tidak ada yang berkata: tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.
Buku pertama Seri Hakim-Hakim. Bisa dibaca sendiri.
Mulai dari 3 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 45.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Sesudah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah angkatan lain yang tidak mengenal TUHAN, dan tidak mengenal perbuatan yang telah dilakukan-Nya bagi Israel. (Hakim-Hakim 2:10)
Laki-laki tua itu masih memanggil kambing dengan siulan ayahnya, dan kambing-kambing itu masih datang.
Dua nada, pendek, yang kedua lebih tinggi. Ia sudah bersiul seperti itu lebih dari enam puluh tahun, dari lereng-lereng bukit Zebulon yang sama, dan selama itu kambing-kambingnya sudah berganti puluhan kali, induk demi induk, anak demi anak, tetapi entah bagaimana setiap angkatan kambing belajar menoleh pada dua nada itu. Ia tidak pernah tahu bagaimana mereka belajar. Barangkali dari induknya. Barangkali kambing lebih pandai mengingat daripada manusia.
Bagian I: Angkatan Lain
Yang Tidak MengenalBab 1 · 8 menitGratisBagian II: Debora
Di Bawah Pohon KurmaBab 4 · 13 menitBagian III: Tiga Ratus
Di Tempat Pemerasan AnggurBab 8 · 13 menit