
Seri Samuel, Buku 4. Pedang yang tidak menyingkir dari rumah Daud, dan seorang ayah yang menangis di atas pintu gerbang.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 45.000
Masuk untuk membuka aksesNatan sudah berkata bahwa pedang tidak akan menyingkir dari keluarga Daud. Lalu seorang anak raja melukai adik perempuannya, dan raja hanya marah, tidak berbuat apa-apa. Dua tahun kemudian, pada hari pengguntingan bulu domba, anak raja yang lain membalasnya.
Anakku Absalom menceritakan ulang 2 Samuel 13 sampai 1 Raja-Raja 2: perempuan bijaksana dari Tekoa, ladang jelai yang dibakar, seorang anak raja yang mencuri hati Israel di tepi jalan, raja yang lari menaiki bukit Zaitun dengan kaki telanjang, batu-batu Simei, nasihat Ahitofel yang digagalkan, dan seorang prajurit yang menolak seribu syikal perak.
Lalu kabar datang dari hutan Efraim, dan Daud tidak bertanya siapa yang menang. Ia bertanya: selamatkah orang muda itu? Dan di akhir, seorang raja tua yang kedinginan berpesan kepada anaknya Salomo: kuatkanlah hatimu, dan lakukanlah kewajibanmu kepada TUHAN.
Buku keempat dan terakhir Seri Samuel. Bisa dibaca sendiri.
Mulai dari 3 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 45.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Kita semua pasti mati, seperti air yang tertumpah ke tanah dan tidak dapat dikumpulkan lagi. Tetapi Allah tidak mengambil nyawa begitu saja; Ia merancang jalan supaya orang yang terbuang tidak tetap terbuang. (2 Samuel 14:14)
Pelayan itu sudah melayani Amnon sejak anak raja itu masih kecil, dan ia mengenal semua pintu di rumahnya: mana yang berderit, mana yang kuncinya macet, mana yang bisa ditutup tanpa bunyi.
Rumah Amnon berdiri di lereng di bawah istana, rumah batu dengan halaman dalam dan kamar-kamar di sekelilingnya, seperti rumah setiap anak raja yang sudah dewasa. Amnon yang sulung. Semua orang di Yerusalem tahu itu, dan Amnon sendiri tahu lebih baik daripada siapa pun. Ia lahir di Hebron dari Ahinoam, pada tahun-tahun ketika ayahnya baru menjadi raja atas Yehuda saja, dan ia dibesarkan dengan keyakinan bahwa suatu hari ia akan duduk di tempat ayahnya duduk.
Bagian I: Tamar
Pintu yang DikunciBab 1 · 7 menitGratisBagian II: Bukit Zaitun
Mencuri HatiBab 5 · 13 menitBagian III: Hutan Efraim
Sumur di BahurimBab 9 · 12 menit