
Seri Iman & Kepemimpinan, Buku 1. Untuk kamu yang memimpin tim atau usaha, dan ingin dipercaya, bukan hanya ditakuti.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 50.000
Masuk untuk membuka aksesPemilik usaha yang mengerjakan semuanya sendiri sampai kelelahan. Kepala bagian yang baru diangkat dan bingung harus tegas atau ramah. Pegawai yang takut bicara jujur kepada atasannya. Rekan kerja berbakat yang diam-diam terasa mengancam. Dunia kerja mengajarkan bahwa pemimpin adalah orang yang paling dilayani. Yesus membalik semuanya: yang memimpin hendaknya seperti orang yang melayani.
Buku ini mengajakmu belajar memimpin dari tokoh-tokoh Alkitab: Yusuf yang dipercaya mengurus seluruh rumah Potifar, Daniel yang tidak didapati korupsi atau kelalaian, Salomo yang meminta hikmat lalu jatuh karena lupa diri, Daud yang berani ditegur Natan, Saul yang dengki kepada anak buahnya, Musa yang belajar mendelegasikan dari Yitro, Nehemia yang menggerakkan orang membangun tembok, Daud dan pahlawan-pahlawannya, Barnabas yang memberi kesempatan kedua, Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya, dan Musa yang menyiapkan Yosua. Melayani bukan berarti lemah: pemimpin yang melayani tetap tegas, menegur, dan berani memutuskan, tetapi memakai kuasanya untuk kebaikan orang yang dipimpinnya.
Dua belas bab dengan renungan, langkah praktis, dan doa, bonus 30 Hari Memimpin seperti Pelayan, alat kerja pemimpin (mendelegasikan, percakapan empat mata, rapat tim, menyiapkan pengganti), serta panduan enam pertemuan.
Mulai dari 2 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 50.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Markus 10:45)
Coba ingat acara resmi terakhir yang kamu hadiri. Mungkin peresmian kantor cabang, syukuran ulang tahun usaha, atau pertemuan tahunan para pemasok. Sebelum acara dimulai, biasanya ada satu pekerjaan yang dikerjakan dengan sangat teliti oleh panitia: mengatur tempat duduk. Kursi paling depan diberi kain penutup yang lebih bagus. Ada kertas kecil bertuliskan nama. Pemilik usaha di tengah, para kepala bagian di kanan dan kiri, tamu penting di barisan pertama. Pegawai biasa di belakang. Petugas dapur dan tukang parkir tidak kebagian kursi, karena mereka sedang bekerja.
Bagian I: Watak Seorang Pemimpin
Siapa yang TerbesarBab 1 · 12 menitGratisBagian II: Memimpin Bersama Orang Lain
Engkau Akan Menjadi Sangat LelahBab 7 · 12 menit