
Seri Iman & Uang, Buku 1. Untuk kamu yang ingin berkecukupan tanpa kehilangan jiwa, dan ingin merasa cukup walaupun belum kaya.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 50.000
Masuk untuk membuka aksesAda dua ajaran tentang uang yang sering kita dengar. Yang satu berkata: beri, maka Tuhan pasti melipatgandakan uangmu. Yang lain berkata: uang itu kotor, dan orang kaya sulit masuk surga. Keduanya terdengar rohani. Keduanya tidak menolong ketika tagihan datang, usaha macet, atau saldo naik tetapi hati tetap gelisah.
Buku ini mengajak kita kembali ke Alkitab: menjadi kaya di hadapan Allah, sambil mengelola apa yang dipercayakan dengan setia. Belajar cukup tanpa berhenti bekerja. Menabung seperti semut dan Yusuf. Keluar dari utang yang memperhamba. Mengembangkan talenta tanpa berjudi. Memberi dengan sukacita tanpa membeli berkat. Jujur seperti Zakheus yang turun dari pohon. Dan tetap bersorak bersama Habakuk ketika lumbung kosong.
Dua belas bab pendek bersama orang kaya yang bodoh, Rut, Yusuf, janda yang berutang, janda dengan dua peser, Zakheus, dan tokoh Alkitab lain, lengkap dengan renungan, langkah kecil, dan doa di akhir setiap bab, bonus 30 Hari Mengelola dengan Iman, serta panduan enam pertemuan untuk komsel dan kelompok PA.
Mulai dari 2 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 50.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Jagalah dirimu baik-baik dan waspadalah terhadap segala macam ketamakan, sebab hidup seseorang tidak ditentukan oleh banyaknya harta, sekalipun hartanya melimpah. (Lukas 12:15)
Hari itu Yesus sedang mengajar di tengah orang banyak. Lukas mencatat bahwa jumlah mereka ribuan, begitu banyak sampai orang saling menginjak. Yesus sedang berbicara tentang hal-hal yang berat: tentang kemunafikan, tentang tidak perlu takut kepada mereka yang hanya bisa membunuh tubuh, tentang Bapa yang menghitung bahkan rambut di kepala kita. Lalu tiba-tiba ada suara dari tengah kerumunan.
Guru, suruhlah saudaraku membagi warisan ayah kami denganku (Lukas 12:13).
Kita tidak tahu siapa orang itu. Kita tidak tahu apakah ia benar atau salah. Mungkin saudaranya memang serakah dan menahan bagian yang seharusnya menjadi miliknya. Mungkin juga ia sendiri yang terlalu ingin cepat. Lukas tidak memberi tahu kita. Yang kita tahu hanyalah ini: di tengah semua pembicaraan tentang Allah, tentang jiwa, tentang hidup dan mati, yang paling mendesak di hati orang itu adalah pembagian harta.
Bagian I: Hati yang Kaya
Lumbung yang Lebih BesarBab 1 · 11 menitGratisBagian II: Tangan yang Setia
Jangan Kubur TalentamuBab 7 · 11 menit