
Iman & Usaha
oleh Dalo
Penyunting: Tim Motivasi Kasih
Kutipan ayat Alkitab diambil dari Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.
Seri Iman & Usaha, Buku 1. 12 pelajaran dari Nehemia untuk kamu yang sedang membangun usaha, dan rintangannya datang lebih cepat daripada hasilnya.
12 bab · ± 2 jam 42 menit membaca · 2 bab gratis
Untuk pemilik usaha, dari warung sampai perusahaan keluarga, yang rintangannya datang lebih cepat daripada hasilnya: 12 pelajaran jujur dari Nehemia. Modal harus diminta, keadaan ternyata lebih buruk daripada dugaan, ada yang mengejek, tim kelelahan, keluhan datang dari dalam, dan tawaran yang mengalihkan berdatangan. Ketika diajak meninggalkan tembok Yerusalem yang hampir selesai, Nehemia menjawab: "Aku tengah melakukan suatu pekerjaan yang besar. Aku tidak bisa datang!"
Dua belas bab mengikuti Nehemia dari kabar tembok yang roboh sampai kamar Tobia di bait Allah. Contohnya datang dari warung, bengkel, dan konfeksi sampai pabrik ratusan buruh, rumah sakit, yayasan sekolah, dan perusahaan distribusi keluarga. Tidak ada janji rahasia sukses. Yang ditawarkan adalah cara membangun usaha yang bertumbuh, bertahan, menghasilkan keuntungan yang wajar, dan tetap jujur.
Setiap bab ditutup dengan langkah kecil, pertanyaan renungan, dan doa. Bonus: 30 Hari Membangun di Tengah Rintangan, Alat Kerja Pembangun (termasuk alat khusus usaha besar dan daftar hal yang perlu ditanyakan kepada ahli), serta panduan enam pertemuan.
Untuk pemilik usaha, dari warung sampai perusahaan keluarga, yang rintangannya datang lebih cepat daripada hasilnya: 12 pelajaran jujur dari Nehemia. Modal harus diminta, keadaan ternyata lebih buruk daripada dugaan, ada yang mengejek, tim kelelahan, keluhan datang dari dalam, dan tawaran yang mengalihkan berdatangan. Ketika diajak meninggalkan tembok Yerusalem yang hampir selesai, Nehemia menjawab: "Aku tengah melakukan suatu pekerjaan yang besar. Aku tidak bisa datang!"
Dua belas bab mengikuti Nehemia dari kabar tembok yang roboh sampai kamar Tobia di bait Allah. Contohnya datang dari warung, bengkel, dan konfeksi sampai pabrik ratusan buruh, rumah sakit, yayasan sekolah, dan perusahaan distribusi keluarga. Tidak ada janji rahasia sukses. Yang ditawarkan adalah cara membangun usaha yang bertumbuh, bertahan, menghasilkan keuntungan yang wajar, dan tetap jujur.
Setiap bab ditutup dengan langkah kecil, pertanyaan renungan, dan doa. Bonus: 30 Hari Membangun di Tengah Rintangan, Alat Kerja Pembangun (termasuk alat khusus usaha besar dan daftar hal yang perlu ditanyakan kepada ahli), serta panduan enam pertemuan.
Mulai dari 2 bab gratis.
Kalau ceritanya menyentuhmu, lanjutkan sampai tamat. Sekali beli, buku ini tersimpan di rak Koleksiku.
Dibaca langsung di ponsel atau laptop, tersimpan di rak Koleksiku.
Rp 29.000
Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Akses baca di Webbook, tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu (bukan file unduhan).
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppDitulis oleh Dalo dan disunting Tim Motivasi Kasih. Tentang penulis dan cara buku ini ditulis.
Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun. (Nehemia 2:20)
Ada sebuah kampung di kaki bukit yang setiap musim kemarau kehilangan airnya. Sumur-sumur warga menjadi keruh dan berbau. Air yang tersisa hanya cukup untuk mandi dan mencuci, itu pun harus diendapkan semalam dulu. Untuk minum dan memasak, ibu-ibu membeli air dari kota kecamatan. Ada yang menitip kepada tukang ojek, ada yang menunggu mobil bak terbuka yang datang dua kali seminggu dengan harga yang terus naik. Anak-anak sering sakit perut. Orang tua mengeluh, tetapi keluhan itu sudah begitu lama terdengar sehingga semua orang menganggapnya bagian dari hidup.
Di kampung itu ada seorang perempuan yang suaminya bekerja sebagai tukang pasang pipa. Suatu sore, sesudah anak bungsunya muntah-muntah untuk ketiga kalinya dalam sebulan, ia duduk di dapur dan bertanya kepada suaminya, “Kenapa tidak ada yang mengolah air di sini saja?” Pertanyaan itu sederhana. Tetapi dari pertanyaan itulah, berbulan-bulan kemudian, lahir sebuah usaha kecil: satu ruangan di samping rumah, satu alat penyaring, beberapa tandon, dan papan bertuliskan “Air Minum Isi Ulang”.
Bagian I: Sebelum Batu Pertama
Kabar dari YerusalemBab 1 · 10 menitGratisBagian II: Ketika Rintangan Datang
Tukang Emas di Atas TembokBab 5 · 11 menitBagian III: Sampai Selesai dan Sesudahnya
Undangan ke Lembah OnoBab 10 · 12 menitRp 59.000