
Seri Iman & Keluarga, Buku 1. Untuk kamu yang ingin pernikahanmu tetap utuh, bukan hanya bertahan.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 50.000
Masuk untuk membuka aksesCinta yang dulu hangat pelan-pelan menjadi dingin. Percakapan yang berubah menjadi saling menyalahkan. Mertua yang terlalu ikut campur. Penantian anak yang tak kunjung datang. Kesibukan yang membuat suami istri hidup seperti dua orang asing di bawah satu atap. Dan kadang, kepercayaan yang dikhianati.
Buku ini menemani suami istri merawat pernikahan bersama Tuhan sebagai lembar ketiga, bersama Ishak dan Ribka, Adam yang menyalahkan, Kidung Agung, Yitro sang mertua, Hana dan Elkana, Daud di atas atap, Hosea, serta Zakharia dan Elisabet. Isinya: merawat cinta setiap hari, mendengar sebelum menjawab, bertengkar tanpa saling menyalahkan, menjaga keintiman, menata hubungan dengan keluarga besar, melewati harapan yang belum terwujud, menjaga kesetiaan, memulihkan kepercayaan, beriman bersama, dan mengasihi seperti Kristus mengasihi jemaat. Ditulis dengan jujur tentang luka, dan tegas bahwa ajaran tentang pernikahan tidak pernah membenarkan kekerasan.
Dua belas bab pendek dengan renungan, langkah kecil, dan doa, bonus 30 Hari Merawat Pernikahan, Percakapan Berdua, dan panduan enam pertemuan untuk komsel. Buku pertama seri Iman & Keluarga.
Mulai dari 2 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 50.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Berdua lebih baik daripada seorang diri, sebab jerih payah mereka berbuah lebih baik. Kalau yang seorang jatuh, yang lain akan mengangkatnya. (Pengkhotbah 4:9-10)
Pernahkah kamu memperhatikan tali tambang di pelabuhan kecil? Tali yang dipakai untuk menambatkan perahu ke tiang dermaga itu tampak sederhana. Warnanya kusam, ujungnya berserabut, kadang basah dan berlumut. Tetapi tali itulah yang menahan perahu ketika ombak datang, ketika angin malam bertiup kencang, ketika air pasang menarik badan perahu ke tengah. Kalau kamu mendekat dan melihatnya baik-baik, kamu akan tahu rahasianya. Tali itu bukan satu helai yang tebal. Tali itu terdiri atas beberapa lembar yang dipilin, dililitkan satu pada yang lain, saling mengunci.
Bagian I: Mengikat Tali
Lembar KetigaBab 1 · 13 menitGratisBagian II: Ketika Tali Diuji
Hana dan ElkanaBab 7 · 11 menit