
Cerita Anak
oleh Dalo
Penyunting: Tim Motivasi Kasih
Kutipan ayat disederhanakan untuk anak dari Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.
Seri Sahabat Kecil, Buku 35. Untuk anak 4 sampai 6 tahun, dibacakan sebelum tidur.
3 bab · ± 5 menit membaca · 1 bab gratis
Di kota kecil di tepi danau tinggal Semi, semut merah kecil yang selalu membawa daun hijau seperti payung. Dari dekat tanah, ia melihat seorang ibu berkerudung abu-abu yang sudah lama sekali sakit. Orang-orang lewat begitu saja.
Suatu hari Yesus datang. "Asal kusentuh ujung jubah-Nya," bisik ibu itu, lalu merangkak di antara kaki orang banyak. Yesus berhenti: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?"
Cerita bergambar dari Markus 5 tentang Yesus yang melihat orang yang kecil dan sendirian. Ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Dibaca langsung di ponsel atau laptop, tersimpan di rak Koleksiku.
Rp 15.000
Beli Rp 15.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Akses baca di Webbook, tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu (bukan file unduhan).
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppDitulis oleh Dalo dan disunting Tim Motivasi Kasih. Tentang penulis dan cara buku ini ditulis.
Di kota kecil di tepi danau tinggal Semi, semut merah kecil yang selalu membawa daun hijau seperti payung. Dari dekat tanah, ia melihat seorang ibu berkerudung abu-abu yang sudah lama sekali sakit. Orang-orang lewat begitu saja.
Suatu hari Yesus datang. "Asal kusentuh ujung jubah-Nya," bisik ibu itu, lalu merangkak di antara kaki orang banyak. Yesus berhenti: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?"
Cerita bergambar dari Markus 5 tentang Yesus yang melihat orang yang kecil dan sendirian. Ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Mulai dari 1 bab gratis.
Kalau ceritanya menyentuhmu, lanjutkan sampai tamat. Sekali beli, buku ini tersimpan di rak Koleksiku.
Di sebuah kota kecil di tepi danau, tinggal seekor semut kecil bernama Semi.
Semi selalu membawa daun hijau di punggungnya, seperti payung.
Tik, tik, tik. Dari dekat tanah, Semi bisa melihat banyak hal yang tidak dilihat orang lain.
Setiap hari, Semi melihat seorang ibu berkerudung abu-abu.
Ibu itu sudah sakit lama sekali. Dua belas tahun! Ia sudah pergi ke banyak tabib, sampai uangnya habis. Tetapi ia belum juga sembuh.
Orang-orang lewat begitu saja. Tidak ada yang berhenti. Tidak ada yang menyapa.
Semi naik ke atas batu kecil di dekat kakinya. “Aku melihatmu, Bu,” bisik Semi. Tetapi suara semut kecil sekali.
Suatu hari, orang-orang berlari ke tepi danau. “Yesus datang! Yesus datang!”
Ibu itu pernah mendengar tentang Yesus. Ia berdiri pelan-pelan, lalu berbisik,
Rp 15.000