
Cerita Anak
oleh Dalo
Penyunting: Tim Motivasi Kasih
Kutipan ayat disederhanakan untuk anak dari Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.
Seri Sahabat Kecil, Buku 44. Untuk anak 4 sampai 6 tahun, dibacakan sebelum tidur.
3 bab · ± 6 menit membaca · 1 bab gratis
Abraham dan Sara berangkat jauh dari Haran karena Tuhan memanggil mereka, membawa kemah dan ternak sampai ke negeri yang baru.
Bertahun-tahun kemudian mereka sudah tua dan belum punya anak. Suatu malam Tuhan menyuruh Abraham keluar dan menghitung bintang. Totol si kepik ikut mencoba: "Satu, dua, tiga... terlalu banyak!" Dan Abraham percaya kepada Tuhan.
Cerita bergambar dari Kejadian 12 dan 15, ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Dibaca langsung di ponsel atau laptop, tersimpan di rak Koleksiku.
Rp 15.000
Beli Rp 15.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Akses baca di Webbook, tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu (bukan file unduhan).
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppDitulis oleh Dalo dan disunting Tim Motivasi Kasih. Tentang penulis dan cara buku ini ditulis.
Abraham dan Sara berangkat jauh dari Haran karena Tuhan memanggil mereka, membawa kemah dan ternak sampai ke negeri yang baru.
Bertahun-tahun kemudian mereka sudah tua dan belum punya anak. Suatu malam Tuhan menyuruh Abraham keluar dan menghitung bintang. Totol si kepik ikut mencoba: "Satu, dua, tiga... terlalu banyak!" Dan Abraham percaya kepada Tuhan.
Cerita bergambar dari Kejadian 12 dan 15, ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Mulai dari 1 bab gratis.
Kalau ceritanya menyentuhmu, lanjutkan sampai tamat. Sekali beli, buku ini tersimpan di rak Koleksiku.
Dahulu kala, di kota Haran, tinggallah Abraham dan istrinya, Sara. Mereka sudah tua, tetapi mereka saling menyayangi.
Suatu hari Tuhan berkata kepada Abraham, “Pergilah dari negerimu ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. Aku akan memberkati engkau.”
Abraham belum tahu jalannya. Tetapi ia percaya kepada Tuhan.
Abraham menggulung kain kemah. Sara mengikat tikar dan kendi.
Di tiang kemah tinggal seekor kepik kecil. Namanya Totol. Badannya merah, bintiknya hitam, dan bintiknya ada tujuh.
“Hore, rumahku ikut berangkat!” kata Totol.
Maka berangkatlah mereka. Lot, keponakan Abraham, ikut juga, bersama para pembantu mereka.
Domba-domba berjalan. “Mbeee!” Kambing-kambing berjalan, dan lonceng kecil di leher mereka berbunyi, “Klinting, klinting!”
Rp 15.000