
Cerita Anak
oleh Dalo
Penyunting: Tim Motivasi Kasih
Kutipan ayat disederhanakan untuk anak dari Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.
Seri Sahabat Kecil, Buku 45. Untuk anak 4 sampai 6 tahun, dibacakan sebelum tidur.
3 bab · ± 6 menit membaca · 1 bab gratis
Siang yang panas, tiga tamu datang ke kemah Abraham. Abraham berlari menyambut mereka, dan Sara membuat roti bundar.
"Tahun depan Sara akan punya anak laki-laki." Sara yang sudah tua tertawa kecil di balik pintu kemah. Hi, hi, hi!
Cerita bergambar dari Kejadian 18 dan 21 tentang Tuhan yang menepati janji-Nya, bersama Ngung si lebah kecil.
Dibaca langsung di ponsel atau laptop, tersimpan di rak Koleksiku.
Rp 15.000
Beli Rp 15.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Akses baca di Webbook, tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu (bukan file unduhan).
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppDitulis oleh Dalo dan disunting Tim Motivasi Kasih. Tentang penulis dan cara buku ini ditulis.
Siang yang panas, tiga tamu datang ke kemah Abraham. Abraham berlari menyambut mereka, dan Sara membuat roti bundar.
"Tahun depan Sara akan punya anak laki-laki." Sara yang sudah tua tertawa kecil di balik pintu kemah. Hi, hi, hi!
Cerita bergambar dari Kejadian 18 dan 21 tentang Tuhan yang menepati janji-Nya, bersama Ngung si lebah kecil.
Mulai dari 1 bab gratis.
Kalau ceritanya menyentuhmu, lanjutkan sampai tamat. Sekali beli, buku ini tersimpan di rak Koleksiku.
Dahulu kala, Abraham dan Sara tinggal di sebuah kemah di dekat pohon-pohon tarbantin yang besar di Mamre.
Abraham dan Sara sudah tua sekali. Rambut mereka sudah putih. Tetapi mereka belum punya anak.
Di pohon tarbantin itu tinggal seekor lebah kecil bernama Ngung. Badannya bergaris kuning dan cokelat. Sayapnya berbentuk hati.
Suatu siang, udara panas sekali. Abraham duduk di pintu kemahnya. Hari itu Tuhan datang mengunjungi Abraham.
Abraham melihat ke depan. Ada tiga orang berdiri tidak jauh dari situ!
Abraham bangun dan berlari menyambut mereka. Ngung ikut terbang di belakangnya.
“Singgahlah dulu,” katanya. “Aku akan mengambil air untuk membasuh kakimu. Beristirahatlah di bawah pohon ini.”
Cur, cur, cur. Air yang sejuk mengalir di kaki para tamu yang berdebu.
Rp 15.000