
Untuk anak 10 sampai 12 tahun yang suka petualangan.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 35.000
Masuk untuk membuka aksesBuku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Tirza, dua belas tahun, suka memanjat pohon ara dan menyanyikan lagu-lagu yang diajarkan neneknya. Suatu sore di akhir musim panas, debu mengepul di jalan desa, dan gerombolan Aram membawanya pergi jauh ke utara, ke kota Damsyik yang bertembok batu.
Di sana Tirza menjadi pelayan di rumah Naaman, panglima besar yang ditakuti semua orang, tetapi selalu menyembunyikan lengannya di balik sarung tangan. Tirza segera tahu rahasianya: Naaman sakit kusta, dan tidak ada tabib yang bisa menyembuhkannya. Tirza punya alasan untuk berkata, biar saja. Tetapi ia juga tahu tentang seorang nabi di negerinya.
Novel petualangan dari kisah 2 Raja-Raja 5, tentang rindu rumah, persahabatan yang tidak disangka, dan keberanian seorang anak untuk mengucapkan satu kalimat yang mengubah hidup seorang panglima.
Mulai dari 2 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 35.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buah ara terakhir musim panas itu tergantung di ujung dahan yang paling tinggi, dan Tirza sudah mengincarnya sejak tiga hari yang lalu.
Buahnya ungu tua, gemuk, dan kulitnya sedikit retak, tanda bahwa isinya sudah manis sekali. Burung-burung juga mengincarnya. Setiap pagi Tirza mengusir mereka dengan lemparan kerikil dan teriakan, “Pergi! Itu punyaku!”
Pagi ini ia memanjat. Kakinya yang telanjang mencari pijakan di kulit pohon yang kasar. Kepangnya yang hitam dan panjang berayun di punggung seperti ekor kambing. Daun-daun ara yang lebar menggores pipinya dan meninggalkan bau getah yang tajam.
Dari bawah terdengar suara kecil yang sudah sangat ia kenal. Ezra, adiknya yang berumur enam tahun, berdiri di antara akar pohon sambil mendongak. Mulutnya terbuka lebar, memperlihatkan lubang di tempat dua gigi depannya dulu berada.