
Seri Sahabat Kecil, Buku 5. Untuk anak 4 sampai 6 tahun, dibacakan sebelum tidur.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 25.000
Masuk untuk membuka aksesBuku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Di kota Yerikho tinggal Zakheus, pemungut cukai yang badannya pendek dan suka mengambil uang lebih. Tidak ada yang mau berteman dengannya, kecuali seekor burung kecil bernama Cit.
Suatu pagi Yesus lewat, tetapi orang banyak menghalangi. "Aku tidak bisa melihat!" Zakheus pun memanjat pohon ara. Yesus berhenti di bawah pohon itu dan memanggil, "Zakheus, turunlah!"
Cerita bergambar dari Lukas 19 tentang Tuhan yang tetap sayang dan tentang berani minta maaf lalu memperbaiki kesalahan. Ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Mulai dari 1 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 25.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Di kota Yerikho, di antara pohon-pohon kurma, tinggal seorang laki-laki bernama Zakheus.
Badannya pendek. Sorbannya hijau. Di pinggangnya tergantung kantong uang yang berbunyi cring, cring, cring.
Zakheus seorang pemungut cukai. Tugasnya menagih uang pajak dari orang-orang Yerikho.
Tetapi Zakheus suka mengambil uang lebih banyak dari seharusnya.
“Satu, dua, tiga,” katanya. “Tambah satu lagi untukku!”
Orang-orang menggeleng. Mereka tidak suka pada Zakheus.
Rumah Zakheus besar dan bagus. Tetapi tidak ada yang mau datang bermain. Tidak ada yang mau makan bersamanya.
Hanya seekor burung kecil yang sering hinggap di atap rumahnya. Zakheus memanggilnya Cit.
Suatu pagi, jalan-jalan Yerikho menjadi ramai.
Zakheus sudah sering mendengar tentang Yesus. Ia ingin sekali melihat-Nya.