
Seri Sahabat Kecil, Buku 8. Untuk anak 4 sampai 6 tahun, dibacakan sebelum tidur.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 25.000
Masuk untuk membuka aksesBuku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Di sebuah desa tinggal seorang ayah, dua anak laki-laki, dan Pipo, anjing kecil bertelinga terkulai. Suatu hari si Bungsu berkata, "Ayah, berikan bagianku sekarang," lalu pergi jauh. Ia membeli apa saja dan berpesta, sampai kantongnya kosong dan perutnya berbunyi, kruuuk!
Di rumah, setiap pagi dan sore, Pipo duduk di samping ayah. Ayah menunggu di jalan. Lalu telinga Pipo terangkat: ada orang kecil sekali di ujung jalan.
Cerita bergambar dari perumpamaan Yesus tentang anak yang hilang, untuk dibacakan sebelum tidur. Ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Mulai dari 1 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 25.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Di sebuah desa, ada seorang ayah dengan dua anak laki-laki. Yang bungsu kita panggil si Bungsu.
Ada juga Pipo, anjing kecil mereka. Telinganya terkulai, dan di lehernya ada kalung tali biru.
Suatu hari si Bungsu berkata, “Ayah, berikan bagianku sekarang. Aku mau pergi.”
Ayah sedih. Tetapi ia membagi hartanya dan memberikan bagian si Bungsu.
Beberapa hari kemudian, si Bungsu membawa semua barangnya dan pergi.
“Guk, guk! Jangan pergi!” Pipo berlari sampai ke ujung jalan.
Tetapi si Bungsu tidak menoleh. Ia berjalan jauh, jauh sekali, ke negeri yang jauh.
Di negeri itu, si Bungsu membeli apa saja yang ia mau. Setiap hari ia berpesta bersama teman-teman barunya. Ada musik, ada makanan enak, ada baju baru.