
Seri Sahabat Kecil, Buku 11. Untuk anak 4 sampai 6 tahun, dibacakan sebelum tidur.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 25.000
Masuk untuk membuka aksesBuku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Di Yerusalem, Nia menemani neneknya ke Bait Allah. Di tangan Nenek ada dua keping uang tembaga kecil. Satu, dua.
Orang kaya menuang banyak uang ke peti persembahan, krincing, krincing, krincing! Lalu Nenek memasukkan dua kepingnya, ting, ting. Tidak ada yang menoleh, tetapi Yesus melihat.
Cerita bergambar dari Markus 12 untuk dibacakan, dengan bunyi yang bisa ditirukan dan kalimat "Tuhan melihat hati". Ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Mulai dari 1 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 25.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Di kota Yerusalem, tinggal Nia bersama neneknya. Rambut Nia dikepang dua, diikat pita hijau.
Pagi itu Nenek membuka sehelai kain. Isinya dua keping uang tembaga yang kecil.
Hari itu Nenek dan Nia berjalan ke Bait Allah, bersama banyak orang lain. Tongkat Nenek berbunyi tuk, tuk, tuk.
Nia memegang tangan Nenek erat-erat. Di atas bukit, Bait Allah tampak besar dan putih, berkilau kena matahari.
Halaman Bait Allah ramai sekali. Ada bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak. Burung merpati terbang di atas tembok.
Di dekat tembok ada peti-peti persembahan. Mulutnya lebar seperti terompet. Ke situlah orang memasukkan uang untuk rumah Tuhan.
Tidak jauh dari peti itu, Yesus duduk bersama murid-murid-Nya.
Ia memperhatikan orang-orang yang datang memberi persembahan. Ia melihat siapa yang memberi, dan bagaimana mereka memberi.