
Seri Sahabat Kecil, Buku 10. Untuk anak 4 sampai 6 tahun, dibacakan sebelum tidur.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 25.000
Masuk untuk membuka aksesBuku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Di pinggir jalan dekat kota Yerikho duduk Bartimeus. Matanya tidak bisa melihat, tetapi telinganya mendengar banyak sekali: tap tap tap tongkat kakek, klotak klotak keledai, ting uang di mangkuk. Di sampingnya selalu duduk Kiki, anak anjing berkalung tali merah.
Suatu hari terdengar duk, duk, duk, langkah orang banyak. Yesus lewat! "Yesus, tolong aku!" seru Bartimeus. Orang-orang menyuruhnya diam, tetapi ia berseru makin keras. Lalu Yesus berhenti.
Cerita bergambar dari Markus 10 untuk dibacakan sebelum tidur, dengan banyak bunyi yang bisa ditirukan. Ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Mulai dari 1 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 25.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Di pinggir jalan dekat kota Yerikho, duduk seorang laki-laki bernama Bartimeus. Ayahnya bernama Timeus.
Mata Bartimeus tidak bisa melihat. Setiap hari ia duduk di sini dengan jubahnya yang tebal dan sebuah mangkuk kecil. Ia meminta sedekah kepada orang yang lewat.
Di sampingnya selalu duduk Kiki, anak anjing kecil berkalung tali merah.
Bartimeus tidak bisa melihat. Tetapi telinganya bisa mendengar banyak sekali.
Tap, tap, tap. Itu tongkat seorang kakek.
Klotak, klotak. Itu keledai yang membawa karung.
Ting! Seseorang menaruh uang di mangkuknya. “Terima kasih,” kata Bartimeus.
Bartimeus juga bisa merasakan banyak hal. Matahari hangat di pipinya. Angin sejuk di rambutnya. Lidah Kiki yang basah di tangannya.