
Cerita Anak
oleh Dalo
Penyunting: Tim Motivasi Kasih
Kutipan ayat disederhanakan untuk anak dari Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.
Seri Sahabat Kecil, Buku 49. Untuk anak 4 sampai 6 tahun, dibacakan sebelum tidur.
3 bab · ± 6 menit membaca · 1 bab gratis
Musa sedang menggembalakan domba di padang gurun ketika ia melihat semak duri yang menyala tetapi tidak habis terbakar. Dari tengah semak itu Tuhan memanggil namanya: "Musa, Musa!"
Tuhan mengutus Musa menolong umat-Nya yang susah di Mesir. Musa merasa kecil dan bertanya, "Siapakah aku ini?" Jawaban Tuhan sederhana: "Aku menyertai engkau." Duri, landak gurun kecil dengan satu duri jingga di kepalanya, menemani pembaca sepanjang cerita.
Cerita bergambar dari Keluaran 3, ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Dibaca langsung di ponsel atau laptop, tersimpan di rak Koleksiku.
Rp 15.000
Beli Rp 15.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Akses baca di Webbook, tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu (bukan file unduhan).
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppDitulis oleh Dalo dan disunting Tim Motivasi Kasih. Tentang penulis dan cara buku ini ditulis.
Musa sedang menggembalakan domba di padang gurun ketika ia melihat semak duri yang menyala tetapi tidak habis terbakar. Dari tengah semak itu Tuhan memanggil namanya: "Musa, Musa!"
Tuhan mengutus Musa menolong umat-Nya yang susah di Mesir. Musa merasa kecil dan bertanya, "Siapakah aku ini?" Jawaban Tuhan sederhana: "Aku menyertai engkau." Duri, landak gurun kecil dengan satu duri jingga di kepalanya, menemani pembaca sepanjang cerita.
Cerita bergambar dari Keluaran 3, ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Mulai dari 1 bab gratis.
Kalau ceritanya menyentuhmu, lanjutkan sampai tamat. Sekali beli, buku ini tersimpan di rak Koleksiku.
Di padang gurun Midian, ada seorang gembala bernama Musa.
Musa menggembalakan domba-domba milik Yitro, mertuanya. Ia selalu membawa tongkat gembala yang panjang.
Jauh dari situ, di kaki sebuah gunung, tumbuh sebatang semak duri. Di balik batu dekat semak itu tinggal seekor landak kecil bernama Duri.
Badan Duri penuh duri cokelat. Tetapi di puncak kepalanya ada satu duri berwarna jingga.
Duri suka berjalan-jalan di atas pasir pada pagi hari, sebelum matahari terlalu panas. Kresek, kresek, kresek!
Suatu hari, Musa menggiring domba-dombanya jauh sekali, melewati padang gurun. Domba-domba berjalan beriringan di belakangnya.
Akhirnya mereka sampai di gunung Horeb, gunung Allah. Di sana domba-domba boleh beristirahat dan makan rumput.
Rp 15.000