
Cerita Anak
oleh Dalo
Penyunting: Tim Motivasi Kasih
Kutipan ayat disederhanakan untuk anak dari Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.
Seri Sahabat Kecil, Buku 50. Untuk anak 4 sampai 6 tahun, dibacakan sebelum tidur.
3 bab · ± 6 menit membaca · 1 bab gratis
Di tepi laut yang luas, orang Israel melihat tentara Firaun datang, dan mereka takut sekali.
Musa berkata, "Jangan takut! Tuhan akan berperang untuk kamu." Angin timur bertiup sepanjang malam, dan laut terbelah menjadi dua. Bulat, ikan buntal kecil yang suka menggembung kalau kaget, mengintip dari dinding air ketika semua orang berjalan di tanah yang kering.
Cerita bergambar dari Keluaran 13 sampai 15 untuk anak yang sedang takut: Tuhan berjalan di depan kita dan membuka jalan.
Dibaca langsung di ponsel atau laptop, tersimpan di rak Koleksiku.
Rp 15.000
Beli Rp 15.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Akses baca di Webbook, tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu (bukan file unduhan).
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppDitulis oleh Dalo dan disunting Tim Motivasi Kasih. Tentang penulis dan cara buku ini ditulis.
Di tepi laut yang luas, orang Israel melihat tentara Firaun datang, dan mereka takut sekali.
Musa berkata, "Jangan takut! Tuhan akan berperang untuk kamu." Angin timur bertiup sepanjang malam, dan laut terbelah menjadi dua. Bulat, ikan buntal kecil yang suka menggembung kalau kaget, mengintip dari dinding air ketika semua orang berjalan di tanah yang kering.
Cerita bergambar dari Keluaran 13 sampai 15 untuk anak yang sedang takut: Tuhan berjalan di depan kita dan membuka jalan.
Mulai dari 1 bab gratis.
Kalau ceritanya menyentuhmu, lanjutkan sampai tamat. Sekali beli, buku ini tersimpan di rak Koleksiku.
Bangsa Israel keluar dari negeri Mesir. Mereka tidak lagi menjadi budak.
Ada ayah, ibu, kakek, nenek, anak-anak, juga kambing domba. Mbeee!
Musa berjalan paling depan dengan tongkatnya.
Tuhan berjalan di depan mereka untuk menunjukkan jalan.
Siang hari, Tuhan menuntun mereka dalam tiang awan yang tinggi dan teduh. Malam hari, Tuhan menuntun mereka dalam tiang api yang terang dan hangat.
Tiang awan dan tiang api itu tidak pernah meninggalkan mereka.
Suatu hari, mereka tiba di tepi laut yang luas. Airnya biru kehijauan. Ombaknya berbunyi pelan. Byur, byur.
Di dalam laut itu tinggal seekor ikan buntal kecil bernama Bulat. Badannya kuning berbintik cokelat.
Kalau kaget, Bulat menggembung seperti bola. Pof!
Rp 15.000