
Cerita Anak
oleh Dalo
Penyunting: Tim Motivasi Kasih
Kutipan ayat disederhanakan untuk anak dari Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.
Seri Sahabat Kecil, Buku 51. Untuk anak 4 sampai 6 tahun, dibacakan sebelum tidur.
3 bab · ± 6 menit membaca · 1 bab gratis
Di padang gurun, orang Israel lapar dan takut. Pagi-pagi, di tanah ada sesuatu yang halus dan putih. Apa ini? Apa ini?
Rara, laba-laba perak yang satu kakinya bergaris biru, melihat dari jaringnya yang berkilau oleh embun: burung puyuh datang pada senja hari, manna turun bersama embun pagi, dan manna kemarin yang disimpan malah berulat. Setiap pagi Tuhan memberi lagi, cukup untuk hari ini.
Cerita bergambar dari Keluaran 16 tentang Tuhan yang memelihara umat-Nya hari demi hari.
Dibaca langsung di ponsel atau laptop, tersimpan di rak Koleksiku.
Rp 15.000
Beli Rp 15.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Akses baca di Webbook, tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu (bukan file unduhan).
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppDitulis oleh Dalo dan disunting Tim Motivasi Kasih. Tentang penulis dan cara buku ini ditulis.
Di padang gurun, orang Israel lapar dan takut. Pagi-pagi, di tanah ada sesuatu yang halus dan putih. Apa ini? Apa ini?
Rara, laba-laba perak yang satu kakinya bergaris biru, melihat dari jaringnya yang berkilau oleh embun: burung puyuh datang pada senja hari, manna turun bersama embun pagi, dan manna kemarin yang disimpan malah berulat. Setiap pagi Tuhan memberi lagi, cukup untuk hari ini.
Cerita bergambar dari Keluaran 16 tentang Tuhan yang memelihara umat-Nya hari demi hari.
Mulai dari 1 bab gratis.
Kalau ceritanya menyentuhmu, lanjutkan sampai tamat. Sekali beli, buku ini tersimpan di rak Koleksiku.
Tuhan sudah membawa orang Israel keluar dari Mesir. Sekarang mereka berjalan di padang gurun yang luas. Ada pasir, ada batu, dan matahari yang panas.
Musa berjalan di depan dengan tongkat gembalanya.
Di sebuah semak kecil tinggal seekor laba-laba bernama Rara. Badannya perak berkilau, dan satu kakinya bergaris biru.
Setiap pagi embun turun ke jaringnya. Tik, tik, tik! Jaring Rara berkilau seperti kalung manik-manik.
Sudah lama orang Israel berjalan. Bekal mereka habis. Perut mereka berbunyi. Kruuuk, kruuuk!
“Kami lapar,” kata mereka kepada Musa dan Harun. “Dulu di Mesir kami makan roti sampai kenyang.”
Mereka bersungut-sungut. Mereka lapar, dan mereka takut.
Dari semaknya, Rara memandang anak-anak yang lapar. Ia ikut sedih.
Rp 15.000