
Cerita Anak
oleh Dalo
Penyunting: Tim Motivasi Kasih
Kutipan ayat disederhanakan untuk anak dari Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.
Seri Sahabat Kecil, Buku 39. Untuk anak 4 sampai 6 tahun, dibacakan sebelum tidur.
3 bab · ± 6 menit membaca · 1 bab gratis
Di rumah Tuhan di Silo, Samuel kecil berjubah biru melayani Imam Eli yang sudah tua dan matanya kabur. Suatu malam, ketika lampu belum padam, ada suara memanggil: "Samuel, Samuel!"
"Aku di sini!" Tap, tap, tap! Tiga kali Samuel berlari kepada Eli, dan tiga kali Cici si cicak terbangun di dinding. Lalu Eli mengerti siapa yang memanggil, dan mengajari Samuel menjawab Tuhan.
Cerita bergambar dari 1 Samuel 3 tentang Tuhan yang mengenal nama setiap anak. Ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Dibaca langsung di ponsel atau laptop, tersimpan di rak Koleksiku.
Rp 15.000
Beli Rp 15.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Akses baca di Webbook, tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu (bukan file unduhan).
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppDitulis oleh Dalo dan disunting Tim Motivasi Kasih. Tentang penulis dan cara buku ini ditulis.
Di rumah Tuhan di Silo, Samuel kecil berjubah biru melayani Imam Eli yang sudah tua dan matanya kabur. Suatu malam, ketika lampu belum padam, ada suara memanggil: "Samuel, Samuel!"
"Aku di sini!" Tap, tap, tap! Tiga kali Samuel berlari kepada Eli, dan tiga kali Cici si cicak terbangun di dinding. Lalu Eli mengerti siapa yang memanggil, dan mengajari Samuel menjawab Tuhan.
Cerita bergambar dari 1 Samuel 3 tentang Tuhan yang mengenal nama setiap anak. Ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Mulai dari 1 bab gratis.
Kalau ceritanya menyentuhmu, lanjutkan sampai tamat. Sekali beli, buku ini tersimpan di rak Koleksiku.
Di kota Silo ada rumah Tuhan. Rumah Tuhan itu tenang, dan di dalamnya ada lampu emas yang menyala setiap malam.
Di sana tinggal seorang anak kecil bernama Samuel.
Samuel melayani Tuhan bersama Imam Eli. Eli sudah sangat tua. Matanya kabur, jadi ia tidak dapat melihat dengan baik.
Samuel suka menolong Eli. Ia menyapu lantai. Sret, sret, sret!
Ia juga menuntun tangan Eli, supaya Eli tidak tersandung.
“Terima kasih, Samuel, anakku,” kata Eli.
Setiap tahun, ibu Samuel datang ke Silo. Nama ibunya Hana.
Hana selalu membawa jubah kecil yang ia jahit sendiri. Tahun ini jubahnya biru, seperti langit pagi.
“Pas sekali!” kata Samuel. Ia memakainya setiap hari.
Hana memeluk Samuel erat-erat. “Ibu sayang padamu, Nak.”
Rp 15.000