
Cerita Anak
oleh Dalo
Penyunting: Tim Motivasi Kasih
Kutipan ayat disederhanakan untuk anak dari Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.
Seri Sahabat Kecil, Buku 37. Untuk anak 4 sampai 6 tahun, dibacakan sebelum tidur.
3 bab · ± 6 menit membaca · 1 bab gratis
Pak Nuh membuat perahu besar dari kayu, padahal langit cerah dan belum ada hujan. Tok, tok, tok!
Hewan-hewan datang dua-dua. Uput si siput berjalan pelan sekali dan takut terlambat. "Pelan-pelan, Uput, pelan-pelan. Aku menunggumu."
Cerita bergambar dari Kejadian 6 sampai 9 tentang Tuhan yang menjaga dan menepati janji-Nya. Ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Dibaca langsung di ponsel atau laptop, tersimpan di rak Koleksiku.
Rp 15.000
Beli Rp 15.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Akses baca di Webbook, tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu (bukan file unduhan).
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppDitulis oleh Dalo dan disunting Tim Motivasi Kasih. Tentang penulis dan cara buku ini ditulis.
Pak Nuh membuat perahu besar dari kayu, padahal langit cerah dan belum ada hujan. Tok, tok, tok!
Hewan-hewan datang dua-dua. Uput si siput berjalan pelan sekali dan takut terlambat. "Pelan-pelan, Uput, pelan-pelan. Aku menunggumu."
Cerita bergambar dari Kejadian 6 sampai 9 tentang Tuhan yang menjaga dan menepati janji-Nya. Ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Mulai dari 1 bab gratis.
Kalau ceritanya menyentuhmu, lanjutkan sampai tamat. Sekali beli, buku ini tersimpan di rak Koleksiku.
Dahulu kala, hiduplah seorang bapak bernama Nuh. Pak Nuh sayang kepada Tuhan, dan ia selalu berusaha hidup dengan baik.
Pada waktu itu, banyak orang di bumi suka berbuat jahat. Tuhan sedih melihatnya.
Lalu Tuhan berkata kepada Pak Nuh, “Buatlah sebuah perahu besar dari kayu. Air yang banyak sekali akan datang. Kamu dan keluargamu akan masuk ke dalamnya.”
Pak Nuh mengambil palunya. Tok, tok, tok!
Hari demi hari ia bekerja. Langit biru dan cerah. Tidak ada awan. Tidak ada hujan.
Tetapi Pak Nuh terus bekerja, sebab ia percaya kepada Tuhan. Tok, tok, tok!
Di dekat situ, seekor siput kecil memperhatikan dari atas sehelai daun. Namanya Uput. Cangkangnya jingga bergaris kuning.
Uput berjalan pelan sekali. Sret... sret... sret...
Rp 15.000