
Seri Sahabat Kecil, Buku 13. Untuk anak 4 sampai 6 tahun, dibacakan sebelum tidur.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 25.000
Masuk untuk membuka aksesBuku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Di sebuah desa kecil, seorang ibu punya sepuluh keping perak yang sangat berharga. Di lubang dinding rumahnya tinggal Tutu, tikus kecil berpita merah.
Suatu pagi Ibu menghitung: satu, dua, sampai sembilan. Satu kurang! Tik, pelita menyala. Sret, sret, sapu bergerak. "Di mana kau, koin kecil?"
Cerita bergambar dari perumpamaan Yesus dalam Lukas 15, pasangan Domba Kecil yang Tersesat, dengan bunyi dan hitungan untuk diikuti anak. Ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Mulai dari 1 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 25.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Di sebuah desa kecil, ada sebuah rumah kecil dari batu. Pintunya rendah. Jendelanya kecil sekali.
Di rumah itu tinggal seorang ibu yang ramah. Kerudungnya biru seperti langit pagi.
Di dinding rumah itu ada sebuah lubang kecil. Di situ tinggal seekor tikus kecil bernama Tutu.
Telinga Tutu besar dan merah muda. Di ujung ekornya ada pita merah.
“Ciit!” kata Tutu. Ia suka mengintip Ibu bekerja.
Ibu punya sebuah kotak kayu kecil. Isinya sepuluh keping perak yang berkilau.
Keping-keping itu sangat berharga bagi Ibu. Pada hari istimewa, Ibu memakainya sebagai hiasan.
Pagi itu, Ibu menghitung keping-keping peraknya di atas sehelai kain.
“Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan...”