
Seri Sahabat Kecil, Buku 18. Untuk anak 4 sampai 6 tahun, dibacakan sebelum tidur.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 25.000
Masuk untuk membuka aksesBuku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Semalaman Simon menebar jala. Byur! Kosong. Byur! Kosong lagi. Ombi, burung camar kecil di ujung perahunya, ikut melongok ke air. Satu ikan pun tidak ada.
Pagi itu Yesus mengajar dari perahu Simon, lalu berkata, "Bertolaklah ke tempat yang dalam." Simon capek, tetapi ia menjawab, "Karena Engkau menyuruh, aku mau." Kecipak, kecipak! Jalanya penuh ikan sampai mulai koyak.
Cerita bergambar dari Lukas 5 untuk dibacakan, tentang percaya kepada Yesus walau sudah capek dan ajakan-Nya untuk menjadi sahabat-Nya. Ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Mulai dari 1 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 25.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Di tepi sebuah danau yang luas, tinggal seorang nelayan bernama Simon.
Malam itu langit gelap dan bintang berkelip. Simon pergi menjala ikan dengan perahunya. Sebuah pelita kecil menyala di perahu. Di ujung perahu hinggap seekor burung camar kecil bernama Ombi. Kepalanya cokelat tua, seperti memakai tudung kecil.
Byur! Kosong lagi. Byur! Masih kosong juga.
Ombi melongok ke air. Satu ikan pun tidak ada.
Simon menebar jala lagi dan lagi, sampai tangannya pegal.
Pagi datang. Simon dan teman-temannya menepi. Mereka mencuci jala di tepi danau.
“Semalaman kami bekerja, tetapi tidak dapat apa-apa,” katanya. Perutnya lapar dan matanya mengantuk. Ombi ikut menunduk.
Lalu datanglah banyak sekali orang. Mereka berdesak-desakan di tepi danau.