
Cerita Anak
oleh Dalo
Penyunting: Tim Motivasi Kasih
Kutipan ayat disederhanakan untuk anak dari Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.
Seri Sahabat Kecil, Buku 38. Untuk anak 4 sampai 6 tahun, dibacakan sebelum tidur.
3 bab · ± 6 menit membaca · 1 bab gratis
Seorang ibu menaruh bayinya di dalam keranjang kecil di antara gelagah di tepi Sungai Nil. Miryam, kakaknya, menjaga dari jauh, ditemani Kodi si anak katak.
Lalu putri raja datang ke sungai dan menemukan keranjang itu. "Ssst, bayi kecil, Tuhan menjagamu." Bayi itu akhirnya pulang ke pelukan ibunya sendiri.
Cerita bergambar dari Keluaran 2 tentang Tuhan yang menjaga anak-anak kecil. Ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Dibaca langsung di ponsel atau laptop, tersimpan di rak Koleksiku.
Rp 15.000
Beli Rp 15.000Masuk dengan Google, lalu langsung ke pembayaran.
Akses baca di Webbook, tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu (bukan file unduhan).
Bayar dengan QRIS (semua e-wallet & m-banking) atau transfer VA bank · diproses iPaymu
Siapkan nomor HP aktif: wajib untuk QRIS dan VA.
Tanya lewat WhatsAppDitulis oleh Dalo dan disunting Tim Motivasi Kasih. Tentang penulis dan cara buku ini ditulis.
Seorang ibu menaruh bayinya di dalam keranjang kecil di antara gelagah di tepi Sungai Nil. Miryam, kakaknya, menjaga dari jauh, ditemani Kodi si anak katak.
Lalu putri raja datang ke sungai dan menemukan keranjang itu. "Ssst, bayi kecil, Tuhan menjagamu." Bayi itu akhirnya pulang ke pelukan ibunya sendiri.
Cerita bergambar dari Keluaran 2 tentang Tuhan yang menjaga anak-anak kecil. Ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Mulai dari 1 bab gratis.
Kalau ceritanya menyentuhmu, lanjutkan sampai tamat. Sekali beli, buku ini tersimpan di rak Koleksiku.
Di tepi Sungai Nil yang lebar, gelagah tumbuh tinggi dan hijau.
Di antara gelagah itu tinggal seekor katak kecil bernama Kodi. Kulitnya hijau, dan di punggungnya ada bintik-bintik kuning.
Tidak jauh dari sungai, ada sebuah rumah kecil dari bata lumpur. Di situ tinggal sebuah keluarga Ibrani.
Ada ibu. Ada Miryam, kakak perempuan yang suka menolong. Dan ada seorang bayi laki-laki yang baru lahir. Bayi itu sehat dan elok sekali.
Tetapi pada waktu itu, raja Mesir tidak ingin bayi laki-laki Ibrani tumbuh besar.
Maka ibu menyembunyikan bayinya di dalam rumah. Kalau bayi itu menangis, ibu cepat-cepat memeluknya dan berbisik:
Tiga bulan berlalu. Bayi itu makin besar, dan tangisnya makin keras. Oek, oek!
Ibu tidak bisa menyembunyikannya lebih lama lagi.
Rp 15.000