
Seri Buku Kasus Dimas, Buku 5. Untuk anak 8 sampai 11 tahun yang suka teka-teki dan sains.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 35.000
Masuk untuk membuka aksesBuku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Liburan kenaikan kelas, Tanjung Batu sibuk menyiapkan lomba perahu peringatan seratus lima tahun desa. Tetapi Opa Nus gelisah: ada lingkaran cahaya di sekitar bulan, awan bersisik tinggi, dan camar terbang ke darat. Ramalan di ponsel Pak Kepala Desa bilang cerah.
Pada saat yang sama, Kirana menemukan kait kuningan kosong di serambi gereja. Dulu di situ tergantung barometer tua yang selalu dilihat para nelayan sebelum melaut, dan tidak ada yang ingat ke mana perginya. Sambil membangun stasiun cuaca dari stoples, botol, dan mangkuk plastik, serta menguji tanda-tanda Opa satu per satu, Dimas dan teman-temannya mengejar dua pertanyaan sekaligus: di mana barometer itu, dan apa yang sedang dikatakan langit.
Novel misteri dan sains tentang tekanan udara, awan, dan angin, tentang menghormati kearifan orang tua sambil tetap menguji, dan tentang iman yang membuat kita berani bersiap tanpa dikuasai rasa takut. Penutup Seri Buku Kasus Dimas.
Mulai dari 2 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 35.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Kapal motor itu belum keluar dari pelabuhan kota ketika Dimas membuka buku tulis barunya.
Sampulnya abu-abu kebiruan, seperti awan sebelum hujan, dan di depannya sudah tertulis: Buku Kasus, jilid 5. Halaman pertama terisi sejak di rumah: tiga aturannya yang lama, dan di bawahnya ruang kosong yang selalu ia sisakan tanpa tahu untuk apa.
Halaman kedua ia isi sekarang. Ia memindahkan satu catatan dari sampul belakang jilid empat, tentang gulungan awan aneh yang dilihat Opa di dermaga bulan Desember, catatan yang ujungnya masih berbunyi Dugaan: belum ada.
“Kak Dimas memindahkan PR lama,” kata Kirana kepada ibu di sebelahnya, yang memangku keranjang telur dan mengangguk sopan tanpa mengerti sedikit pun.
Rp 35.000