
Seri Iman & Kepemimpinan, Buku 3. Untuk kamu yang punya atasan di atas dan bawahan di bawah, dan ingin tetap jujur di antara keduanya.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 50.000
Masuk untuk membuka aksesAtasan yang meminta laporan dipoles supaya terlihat bagus. Bawahan yang menunggu dibela ketika disalahkan. Rekan yang naik jabatan lebih dulu. Perintah yang terasa tidak benar, tetapi menolak berarti berisiko. Kebanyakan orang tidak memimpin dari puncak. Mereka memimpin dari tengah, dengan atasan di atas dan rekan atau bawahan di bawah.
Buku ini menemanimu bersama orang-orang dalam Alkitab yang juga berada di tengah: perwira di Kapernaum yang berkata "aku sendiri pun orang bawahan", Ester yang memilih saat yang tepat untuk berbicara kepada raja, gadis kecil di rumah Naaman, Obaja yang tetap takut akan Tuhan di istana Ahab, Mikha yang menolak ikut "asal bapak senang", Sadrakh dan kawan-kawan yang berkata tidak dengan sopan, Pilatus yang membasuh tangan, Ebed-Melekh yang membela Yeremia, Onesimus, Yohanes Pembaptis yang bersukacita ketika orang lain makin besar, dan hamba yang setia dan bijaksana.
Dua belas bab dengan renungan, langkah praktis, dan doa, bonus 30 Hari Memimpin dari Tengah, alat kerja untuk menyampaikan kabar buruk, memberi masukan ke atas, menolak perintah yang salah, membela bawahan, dan pamit dengan baik, serta panduan enam pertemuan.
Mulai dari 2 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 50.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Ia akan berdiri melayani raja-raja, bukan orang-orang yang tidak terpandang (Amsal 22:29)
Ada satu jenis lelah yang jarang dibicarakan. Bukan lelah karena pekerjaan terlalu banyak, walaupun itu juga sering terjadi. Ini lelah karena berdiri di tengah.
Pagi hari kamu dipanggil atasan dan diberi target baru yang terasa tidak masuk akal. Siang hari kamu harus menyampaikan target itu kepada orang-orang yang kamu pimpin, dan kamu melihat wajah mereka berubah. Sore hari seorang anggota timmu datang dengan masalah keluarga dan meminta izin pulang lebih cepat, padahal kamu tahu atasanmu sedang menghitung setiap jam kerja. Malam harinya, di rumah, kamu masih memikirkan dua arah sekaligus: bagaimana tetap setia kepada yang di atas, dan bagaimana tetap adil kepada yang di bawah.
Bagian I: Setia ke Atas
Perwira di KapernaumBab 1 · 10 menitGratisBagian II: Adil ke Bawah, Jujur di Hadapan Tuhan
Pilatus Membasuh TanganBab 7 · 11 menit