
Untuk kamu yang ingin berdoa, tetapi sering tidak tahu harus berkata apa.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 50.000
Masuk untuk membuka aksesDoa yang terasa kering dan berulang. Kata-kata yang habis setelah dua kalimat. Pikiran yang melayang ke mana-mana. Doa yang terburu-buru sebelum tidur. Dan kadang, rasa bahwa Tuhan diam, atau bahwa doa kita hanya memantul di langit-langit kamar.
Para murid pun pernah meminta, "Tuhan, ajarlah kami berdoa." Buku ini menemanimu belajar berdoa: dari Doa Bapa Kami kalimat demi kalimat, lalu dari orang-orang dalam Alkitab yang berdoa, yaitu Elia yang tekun menanti awan sebesar telapak tangan, pemazmur yang jujur bertanya berapa lama lagi, Hizkia yang membentangkan surat ancaman di hadapan Tuhan, Paulus yang tak henti mendoakan jemaat, dan janda yang terus mengetuk pintu hakim. Sampai akhirnya kita menemukan bahwa Yesus dan Roh Kudus sendiri berdoa bagi kita. Doa bukan rumus, melainkan percakapan anak dengan Bapanya.
Dua belas bab pendek dengan renungan, langkah kecil, dan doa, bonus 30 Hari Belajar Berdoa, Pola Doa Sederhana, dan panduan enam pertemuan untuk komsel.
Mulai dari 2 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 50.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Ketika Yesus selesai berdoa di suatu tempat, salah seorang murid-Nya berkata kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa.” (Lukas 11:1)
Ada permintaan yang hanya muncul sesudah kita lama memperhatikan seseorang.
Seorang anak kecil tidak tiba-tiba minta diajari memasak. Biasanya ia sudah berhari-hari berdiri di ambang pintu dapur, melihat ibunya mengiris bawang, mencium bau tumisan, mendengar bunyi minyak yang meletup. Lalu pada suatu sore ia berkata, “Bu, aku boleh coba?” Permintaan itu lahir dari kekaguman yang pelan-pelan tumbuh. Ia melihat sesuatu yang indah, dan ia ingin bisa melakukannya juga.
Permintaan para murid kepada Yesus lahir dengan cara yang mirip.
Lukas mencatatnya dengan singkat: Ketika Yesus selesai berdoa di suatu tempat, salah seorang murid-Nya berkata kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa” (Lukas 11:1). Ia tidak menyebut di mana tempat itu atau berapa lama Yesus berdoa. Yang tersirat hanyalah bahwa para murid menunggu sampai Yesus selesai. Murid yang meminta itu pun tidak disebut namanya. Ia hanya menambahkan bahwa Yohanes Pembaptis juga pernah mengajar murid-muridnya berdoa.
Bagian I: Doa yang Diajarkan Yesus
Seorang Murid MemintaBab 1 · 12 menitGratisBagian II: Belajar dari Mereka yang Berdoa
Awan Sebesar Telapak TanganBab 7 · 11 menit