
Seri Sahabat Kecil, Buku 23. Untuk anak 4 sampai 6 tahun, dibacakan sebelum tidur.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 25.000
Masuk untuk membuka aksesBuku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Tengah malam, seorang sahabat datang dari jauh ke rumah Pak Hanan. Ia lapar, tetapi tidak ada roti. Dari pohon zaitun, Uli si burung hantu kecil melihat Pak Hanan mengetuk pintu Pak Gamal. "Tok, tok, tok! Tolong bukakan!"
"Jangan ganggu aku," gumam Pak Gamal. Tetapi Pak Hanan tidak menyerah.
Cerita bergambar dari perumpamaan Yesus tentang berdoa dengan tekun, ditutup dengan ajakan-Nya: mintalah, carilah, ketuklah. Ditutup dengan satu ayat, dua pertanyaan untuk ngobrol berdua, dan doa kecil.
Mulai dari 1 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 25.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Malam sudah larut di sebuah desa kecil. Bulan bersinar. Semua orang sudah tidur.
Tetapi di dahan pohon zaitun, ada yang masih terjaga. Namanya Uli, burung hantu kecil. Di sekeliling matanya ada lingkaran bulu putih, seperti kacamata bulat. Di kepalanya ada dua jambul bulu yang berdiri tegak.
“Hoo, hoo!” kata Uli. Burung hantu memang suka bangun pada malam hari.
Lalu Uli melihat seseorang berjalan di jalan desa. Kakinya berdebu. Ia datang dari tempat yang jauh sekali.
Orang itu berhenti di depan rumah Pak Hanan.
Krek! Pintu terbuka. Pak Hanan keluar membawa pelita.
“Wah, sahabatku! Kamu datang dari jauh. Ayo, masuk!”
Tamu itu duduk di tikar. Ia capek dan lapar.
Pak Hanan ingin memberinya makan. Ia membuka keranjang roti. Kosong! Ia melongok ke dalam tempayan. Kosong juga!