
Kecemasan & Iman
oleh Dalo
Penyunting: Tim Motivasi Kasih
🎧 Ada versi audio · tekan 🎧 di halaman baca
Untuk kamu yang terbangun jam dua pagi dengan pikiran yang tidak mau diam.
Simpan ke koleksimu: buku ini tersimpan di rakmu dan bisa dibaca kapan saja, di semua perangkat.
Rp 39.000
Masuk untuk membuka aksesBanyak orang Kristen yang cemas memikul dua beban sekaligus: kecemasannya sendiri, dan rasa malu karena cemas. Kita mendengar "jangan kuatir" dikutip seperti perintah, lalu merasa gagal setiap kali jantung berdebar.
Buku ini membaca kata-kata Yesus itu sekali lagi, pelan-pelan: sebuah undangan dari Bapa yang tahu apa yang kita perlukan, sambil menunjuk burung di langit dan bunga bakung di ladang.
Dua belas bab yang jujur dan hangat, bersama Elia di bawah pohon arar, Marta yang menyusahkan diri dengan banyak perkara, manna di padang gurun, Petrus yang takut akan apa kata orang, Yesus yang gentar di Getsemani, dan Paulus di kapal yang hampir karam. Tentang tubuh yang ikut gelisah, kekuatiran soal uang, pikiran yang melompat ke hal terburuk, doa yang menjaga hati, dan hidup satu hari sekali. Lengkap dengan 30 Hari Melepaskan Kekuatiran, halaman untuk yang mendampingi, kapan perlu mencari bantuan, dan panduan komsel.
Mulai dari 2 bab gratis.
Buka akses baca sampai tamat dengan Rp 39.000, sekali bayar, tersimpan di akunmu. Dibaca online, bukan file ebook.
Buku tersimpan di rak Koleksiku pada akunmu dan dibaca online di Webbook. Ini akses baca, bukan file ebook, dan tidak bisa diunduh.
Pembayaran aman lewat mitra berizin Bank Indonesia: QRIS (semua e-wallet & m-banking) dan virtual account bank.
Pukul dua lewat sepuluh. Rio terbangun lagi.
Tidak ada suara apa-apa. Rumah sunyi, istrinya tidur nyenyak di sampingnya. Tetapi pikirannya sudah menyala seperti lampu yang dinyalakan tiba-tiba. Rapat evaluasi minggu depan. Kabar bahwa kantornya akan mengurangi karyawan. Cicilan rumah yang masih lima belas tahun lagi. Hasil laboratorium ayahnya yang belum keluar. Anaknya yang akhir-akhir ini pendiam. Lalu, entah dari mana, pesan yang ia kirim kepada atasannya sore tadi: apakah nadanya terlalu ketus?
Satu pikiran menarik pikiran yang lain. Jantungnya berdebar. Dadanya terasa sempit. Ia mencoba berdoa, tetapi doanya sendiri berubah menjadi daftar kekuatiran yang lebih panjang.
Lalu datang pikiran yang paling menyakitkan: Bukankah Yesus berkata jangan kuatir? Kenapa aku tidak bisa? Berarti imanku memang lemah.
Mengenali Kecemasan
Pikiran yang Tidak Mau DiamBab 1 · 5 menitGratisAkar-akar Kekuatiran
Kuatir dan Menyusahkan Diri dengan Banyak PerkaraBab 4 · 5 menitMembawa Kekuatiran kepada Tuhan
Ketika Yesus Sangat TakutBab 8 · 4 menit